Berburu Ikan Raksasa di Sungai Aji Kendal, 1.000 Pemancing Berebut Hadiah

Lebih dari 1.000 pemancing ikuti lomba mancing di Sungai Aji Brangsong Kendal. Rebutkan hadiah motor listrik dan tangkap ikan master seberat 6,4 kg.
KENDAL, puskapik.com – Suasana Sungai Aji di Desa Penjalin, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, tampak berbeda. Lebih dari 1.000 pemancing dari berbagai daerah berkumpul untuk berburu ikan berbobot besar dalam lomba mancing bersama yang digelar kelompok pemuda Kerong-kerong Angler. Tak hanya dari wilayah Kendal dan sekitarnya, peserta juga datang dari Blitar hingga Probolinggo, Jawa Timur.
Lomba yang digelar untuk ketiga kalinya tersebut menjadi ajang bagi para penghobi mancing untuk mengadu keberuntungan sekaligus kemampuan mendapatkan ikan dengan bobot terbesar. Hadiah yang disiapkan panitia pun cukup menarik, mulai dari sepeda motor listrik, kambing betina, hingga kulkas.
Panitia juga menyediakan berbagai hadiah hiburan melalui undian kupon, seperti sepeda gunung, seekor kambing, kompor gas, dan sejumlah hadiah lainnya. Beragam hadiah itu menambah semangat peserta untuk bertahan di tepi sungai, menunggu umpan disambar ikan.
Baca Juga: Ahmad Luthfi Angkat Topi Jibaku Warga dan Petugas Padamkan Kebakaran Gunung Sumbing
Panitia lomba, Farid Mutohar, mengatakan pihaknya telah menebar sebanyak 1,7 ton ikan berbagai jenis sebelum perlombaan berlangsung. Ikan lele dan bawal menjadi bagian dari ikan yang disiapkan untuk memeriahkan kegiatan tersebut.
Dari jumlah ikan yang ditebar, terdapat 50 ekor ikan master dengan ukuran lebih besar dibandingkan ikan lainnya. Bobot ikan master bahkan mencapai 10 kilogram sehingga menjadi sasaran utama para peserta.
“Peserta yang mendapatkan ikan terberat pertama mendapat hadiah sepeda motor listrik, terberat kedua seekor kambing, dan terberat ketiga mendapat hadiah kulkas,” kata Farid, Minggu 25 oktober 2026.
Persaingan mendapatkan ikan terbesar akhirnya menghasilkan tiga pemenang. Danang Tunggul dari Brangsong keluar sebagai juara pertama setelah mendapatkan ikan seberat 6,4 kilogram. Juara kedua diraih Eko dari Semarang dengan ikan berbobot 6,1 kilogram, sedangkan Darsono dari Kertomulyo menempati posisi ketiga dengan bobot ikan 5,2 kilogram.
Meski panitia telah menebar puluhan ikan berukuran besar, tidak semua berhasil dipancing peserta. Hingga lomba selesai, baru 10 dari 50 ikan master yang berhasil didapatkan. Panitia kemudian mempersilakan peserta melanjutkan kegiatan memancing hingga sore hari.
Bagi para peserta, lomba tersebut bukan sekadar berburu ikan dan memperebutkan hadiah. Kegiatan itu juga menjadi kesempatan menyalurkan hobi yang telah digemari sejak lama.
Hasanudin, peserta asal Desa Brangsong, mengaku telah menyukai kegiatan memancing sejak kecil. Ia merasa senang bisa mengikuti lomba bersama ratusan pemancing lainnya. Menurutnya, ada kepuasan tersendiri ketika berhasil mendapatkan ikan, terlebih jika bobotnya besar dan berpeluang membawa pulang hadiah.
“Senang ikut mancing. Harapannya, ke depan lomba ini semakin seru dengan hadiah yang lebih besar lagi,” ujarnya.
Baca Juga: Bantarkawung Festival 2026 Jadi Ruang Kreativitas Anak Muda
Kegembiraan serupa dirasakan Kasim, peserta asal Magangan, Desa Jatirejo, Kecamatan Ngampel. Ia berharap lomba mancing bersama tersebut dapat terus diselenggarakan setiap tahun sehingga para penghobi memiliki kesempatan berkumpul dan menyalurkan kegemaran mereka.
“Rasanya puas kalau dapat ikan besar. Harapan saya, kegiatan ini selalu diadakan setiap tahun,” katanya.
Di sisi lain, penyelenggara juga menjadikan lomba tersebut sebagai sarana mengajak masyarakat menjaga kelestarian sungai. Farid mengatakan, kegiatan memancing harus dilakukan dengan cara yang tidak merusak lingkungan dan mengancam populasi ikan.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menangkap ikan menggunakan setrum, bom, maupun metode lain yang dilarang.
Menurutnya, kesadaran menjaga lingkungan perlu tumbuh di kalangan pemancing agar sungai tetap menjadi habitat ikan dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Melalui lomba mancing yang telah memasuki penyelenggaraan ketiga ini, kelompok pemuda Kerong-kerong Angler berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mempererat kebersamaan masyarakat serta menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian sungai.***



