Berkat Beasiswa Pemprov Jateng, Santri Ini Bisa Kuliah di Kedokteran Gigi

Pemprov Jateng menyalurkan beasiswa Rp8,34 miliar bagi 73 santri dan pengasuh pesantren 2026 untuk kuliah di dalam dan luar negeri, termasuk bidang kedokteran dan saintek
SEMARANG, puskapik.com — Program beasiswa santri dan pengasuh pondok pesantren tahun 2026 yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, membuka peluang dan harapan untuk para santri untuk merengkuh cita-citanya.
Sebab, program itu bukan sekadar membiayai santri untuk kuliah, tetapi juga juga stimulan untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM) santri melalui kuliah di perguruan tinggi.
Salah seorang santri asal Kudus, Aqila Keisha Haulina mengaku sangat bersyukur mendapatkan beasiswa tersebut, sehingga ia bisa kuliah di Kedokteran Gigi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.
Baca Juga: Empat Regu Pramuka Siap Bawa Nama Pemalang di Jambore Nasional XII
Aqila memiliki latar belakang pendidikan pesantren yang kuat. Ia menempuh pendidikan jenjang MTs di MTs Tahfidz Yanbu'ul Qur'an 2 Muria, sebelum melanjutkan pendidikan Aliyah di Madrasah Aliyah (MA) Mu'allimat NU Kudus.
Keinginannya untuk melanjutkan pendidikan tinggi sempat dihadapkan pada tantangan besarnya biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Namun, adanya program beasiswa santri tersebut, membuka harapan bagi Aqila. Setelah ia mengikuti seleksi beasiswa tersebut mulai dari seleksi adminsitrasi, membaca kitab, hafalan Al-Qur’an, wawasan kebangsaan, dan wawasan pesantren, ia dinyatakan lolos.
Baca Juga: Dua Kali Truk Terjun dari Jalur Penyelamat Pagojengan Brebes, Warga Minta Fasilitas Dievaluasi
Melalui beasiswa itu, ia bisa meringankan beban ekonomi orang tuanya dalam membiayai kuliah, sekaligus mampu membantu mewujudkan cita-citanya.
Aqila mengungkapkan cita-citanya sejak kecil untuk menjadi seorang tenaga medis. Ia berharap kelak dapat menjadi dokter gigi yang memegang teguh integritas, nilai agama, dan rasa kemanusiaan.
"Saya berharap bisa menjadi dokter gigi yang adil, yang sungguh-sungguh, dan tidak melupakan ajaran agama yang sudah saya bawa sebelumnya dengan tetap menerapkan sisi kemanusiaan," katanya saat acara Penyerahan dan Pembekalan Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Tahun 2026 serta Penandatanganan Naskah Kerjasama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Ma'had Aly di Gedung Merah Putih Semarang, Rabu, 12 Agustus 2026.
Aqila juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atas penyelenggaraan program beasiswa ini. Ia berharap program tersebut dapat terus ditingkatkan, diperluas cakupan jurusannya, dan kuota penerimanya ditambah.
Sebagai wujud komitmen beasiswa, Aqila berencana mengabdikan ilmu dan dirinya kelak di Pondok Pesantren di El Fat El Islami Kudus. Ia juga menyampaikan motivasi mendalam bagi seluruh santri di Indonesia agar tidak ragu bercita-cita tinggi di bidang apa pun.
Setali tiga uang, Penerima beasiswa santri lain, Akhmad Khafidz Al Mubarok mengaku, senang dengan adanya beasiswa ini. Dengan begitu ia bisa kuliah S1 bidang Saintek di Dalian University of Technology di China. Itu merupakan salah satu impiannya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
"Sangat bahagia karena bisa membantu perekonomian orang tua. Pilih jurusan computer science and technology karena dari kecil sudah minat dan ingin mendalaminya di salah satu pusat teknologi yaitu China," ujarnya.


