Dua Kali Truk Terjun dari Jalur Penyelamat Pagojengan Brebes, Warga Minta Fasilitas Dievaluasi

Jalur penyelamat di Pagojengan, Brebes, kembali disorot setelah dua truk diduga rem blong terjun bebas. Warga meminta fasilitas tersebut dievaluasi dan dibenahi
BREBES, puskapik.com – Jalur penyelamat di depan Terminal Lama Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, kembali menjadi sorotan setelah dua truk yang diduga mengalami rem blong sama-sama melewati ujung landasan hingga terjun bebas.
Peristiwa terbaru terjadi pada 11 Agustus 2026. Truk bermuatan gandum masuk ke jalur tersebut setelah diduga mengalami rem blong. Kendaraan tetap melaju hingga melewati ujung jalur dan terjun bebas. Beruntung, tidak ada korban jiwa.
Sedangkan peristiwa sebelumnya terjadi pada Oktober 2024. Truk bermuatan papan yang diduga mengalami rem blong masuk ke jalur penyelamat, tetapi tetap melaju hingga menabrak pembatas di ujung landasan sebelum terjun bebas. Sopir dan kernet mengalami luka-luka.
Baca Juga: Inilah Kemudahan Masyarakat Aktivitas IKD, Kabupaten Tegal Baru Capai 10 Persen
Dua kejadian dengan pola hampir sama itu membuat jalur penyelamat tersebut menjadi sorotan warga.
Jalur di depan Terminal Lama Pagojengan, yang sekarang menjadi Kantor Uji KIR dan Damkar, merupakan satu dari dua jalur penyelamat yang berada di kawasan rawan rem blong pada turunan Pagojengan setelah Flyover Kretek.
Jalur lainnya berada sekitar lebih kurang 250 meter setelah turunan Flyover Kretek dari arah Purwokerto. Jalur tersebut dibangun Kementerian PUPR pada 2019.
Baca Juga: KUA-PPAS 2027 Kendal Disepakati, DPRD Kritik Minimnya Anggaran Pertanian hingga Pasar Weleri
Sementara jalur di depan Terminal Lama dibangun Pemkab Brebes pada 2018.
Pembangunannya menyusul desakan masyarakat setelah rentetan kecelakaan yang diduga berkaitan dengan rem blong. Salah satu kejadian yang paling menyita perhatian terjadi pada Mei 2018 dan mengakibatkan 12 orang meninggal dunia.
Secara fisik, jalur penyelamat di depan Terminal Lama memiliki panjang sekitar 25 meter. Landasannya dibuat menanjak hingga sekitar 4 meter, dengan permukaan menggunakan batu split.
Pembangunannya disebut menggunakan anggaran darurat sekitar Rp350 juta.
Salah seorang warga, Supriyanto (50), menilai keberadaan jalur penyelamat di depan Terminal Lama tetap penting. Namun, fasilitas tersebut perlu dievaluasi dan dibenahi agar lebih optimal fungsinya. Evaluasi dapat melihat sejumlah bagian, mulai dari panjang jalur, kondisi landasan hingga akses masuk kendaraan.
Ia membandingkan akses masuk jalur tersebut dengan jalur penyelamat yang dibangun Kementerian PUPR pada 2019. Menurutnya, akses masuk jalur PUPR dari arah Purwokerto lebih smooth, sehingga kendaraan dapat masuk ke jalur penyelamat dengan lebih baik.
“Jalur penyelamatnya tetap penting. Namun demikian perlu dibenahi bagaimana agar ketika kendaraan rem blong masuk ke sana, jalurnya benar-benar bisa membantu menghentikan kendaraan,” ujarnya.


