Bidik Pasar Baru, Dekranasda Jateng Boyong 12 Peserta di Pameran Dekranas Expo di Makassar

Sabtu, 23 Mei 2026 | 13.15
puskapik

Dekranasda Jateng boyong 12 peserta ke Dekranas Expo 2026 di Makassar untuk mempromosikan produk unggulan UMKM dan memperluas pasar baru.

SEMARANG, puskapik.com - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah mengirimkan 12 peserta dalam HUT ke- 46 Dekranas, di Trans Studio Mall, Makassar, Sulawesi Selatan, 9-12 Juli 2026.

Paviliun Jawa Tengah akan menampilkan beragam produk unggulan dari kabupaten/ kota se-Jateng.

Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin mengatakan, paviliun Jawa Tengah akan menjadi pusat promosi berbagai produk kerajinan unggulan daerah.

Baca Juga: Gandeng Santri Gayeng, Wagub Taj Yasin Dekatkan Layanan Dokter Spesialis ke Pelosok Desa

“Dari 12 stan ini akan menjadi satu sentral, menjadi Paviliun Jawa Tengah. Di sini nanti ada keterwakilan produk dari 35 kabupaten/ kota, termasuk hadir juga dari BI, Bank Jateng, dan 10 Dekranasda kabupaten/ kota,” ujar Nawal, seusai Rapat Koordinasi Acara Rangkaian HUT Dekranas, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (22/5/2026).

Menurutnya, keikutsertaan dalam expo tersebut menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM dan pengrajin, untuk memperluas akses pasar. Sejumlah daerah akan membawa produk andalan masing-masing, seperti batik dari Sragen, hingga bordir dari Kudus.

Baca Juga: Ahmad Luthfi Tawari Investor Tiongkok Proyek Energi Hijau dan Sampah Listrik di Jateng

“Potensi-potensi ini kita kurasi. Yang belum terakomodir tadi juga saya minta untuk diakomodir, seperti sepatu rajut dari Magelang, yang menurut saya layak dibawa ke Makassar,” katanya.

Nawal optimistis expo tersebut mampu membuka pasar baru bagi pengrajin Jawa Tengah, sesuai semangat Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakilnya Wagub Taj Yasin. Namun, dia mengingatkan tantangan yang kerap muncul setelah permintaan meningkat, yakni menjaga kualitas dan kuantitas produk.

“Semakin banyak pesanan, kadang pengrajin tidak mampu memenuhi kuantitas. Ini yang harus didampingi setelah expo,” ungkap Nawal.

Selain itu, Dekranasda Jateng bersama Bank Indonesia akan melakukan monitoring terhadap transaksi dan tindak lanjut hubungan dengan pembeli, agar tercipta pelanggan tetap bagi para pengrajin.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, daya beli masyarakat di ajang seperti ini cukup tinggi, sehingga produk UMKM Jawa Tengah kerap habis terjual. Tercatat, total penjualan pada ajang serupa pada 2025 lalu mencapai Rp926.738.490.

“Kesempatan ini jangan disia-siakan. Biasanya kita pulang barang sudah habis, karena daya beli di sana tinggi,” ujarnya.

Nawal juga mengapresiasi komitmen kabupaten/ kota yang memilih bergabung dalam Paviliun Dekranasda Jawa Tengah, meski memiliki potensi untuk membuka stan mandiri.

“Ini bentuk keguyuban Jawa Tengah. Produk-produk kabupaten/kota kita luar biasa dan sebenarnya sangat mungkin untuk tampil sendiri,” bebernya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait