BNNK Kendal Gandeng Organisasi Pemuda Perkuat Program Ananda Bersinar Cegah Narkoba

BNNK Kendal gandeng organisasi pemuda perkuat Program Ananda Bersinar guna cegah penyalahgunaan dan peredaran narkoba lewat kolaborasi lintas sektor.
KENDAL, puskapik.com — Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kendal memperkuat langkah strategis dalam mencegah penyalahgunaan narkotika dengan menggelar penandatanganan kerja sama Program Ananda Bersinar bersama sejumlah organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan.
Kegiatan yang digelar di Aula Kantor BNNK Kendal pada Rabu, 11 Maret 2026 ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor untuk mendukung upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di wilayah Kabupaten Kendal.
Baca Juga: Jamin Keselamatan Mudik, Dishub Kabupaten Tegal Gelar Ramp Check dan Cek Kesehatan Gratis
Kepala BNNK Kendal, Anna Setiyawati, menegaskan bahwa upaya pencegahan narkoba tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, diperlukan kolaborasi kuat antara pemerintah, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, hingga komunitas pemuda.
“Kita dari BNNK Kendal sudah bekerja sama hampir 100 persen dengan seluruh sektor, baik itu di lingkungan pendidikan, pemerintahan, swasta, perguruan tinggi, hingga organisasi pemuda dan masyarakat. Mari kita satukan langkah dan visi misi kita untuk mengurangi bahaya narkoba,” ujarnya.
Anna menjelaskan, penandatanganan kerja sama ini merupakan bentuk komitmen bersama berbagai elemen masyarakat untuk mengantisipasi serta menekan peredaran narkoba di Kabupaten Kendal.
Ia menambahkan, penguatan kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari implementasi program strategis nasional Ananda Bersinar, yang menitikberatkan pada upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika sejak usia dini.
Program Ananda Bersinar sendiri merupakan pengembangan strategi P4GN yang menempatkan anak sebagai fokus utama dalam upaya perlindungan dari bahaya narkotika.
Melalui program ini, BNNK Kendal mendorong terciptanya sistem perlindungan yang kuat melalui sinergi keluarga, sekolah, dan komunitas sebagai benteng utama pencegahan.
Menurutnya, keberhasilan program pencegahan narkoba sangat bergantung pada kekuatan kolaborasi lintas sektor, mulai dari kementerian dan lembaga, TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat sipil.


