Buka di Bandara A Yani, UMKM Jateng Corner Tembus Rp 657 Juta

Selasa, 1 September 2026 | 18.14
puskapik

UKM Jateng Corner di Bandara Ahmad Yani Semarang mencatat omzet Rp657 juta pada 2025. Ruang promosi ini kini menampung 142 UMKM dan terus dikembangkan.

SEMARANG, puskapik.com – Keberadaan UKM Jateng Corner di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, tak sekadar menjadi etalase produk lokal Jawa Tengah.

Galeri yang telah beroperasi selama tujuh tahun itu menunjukkan kontribusi terhadap pemasaran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dengan omzet yang terus meningkat.

Data Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah mencatat, omzet UKM Jateng Corner mencapai Rp449 juta pada 2024. Angka tersebut meningkat menjadi Rp657 juta pada 2025. Sementara hingga Juli 2026, omzet yang telah dibukukan mencapai Rp439 juta.

Baca Juga: Dari Jateng untuk Warga NTT, Semangat Gotong Royong Bantu Korban Gempa

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengatakan, peningkatan omzet sekaligus bertambahnya jumlah pelaku usaha yang terlibat menunjukkan manfaat keberadaan ruang pemasaran tersebut bagi UMKM.

Karena itu, ia mendorong agar UKM Jateng Corner tidak hanya diisi pelaku UMKM dari berbagai kabupaten/kota untuk memasarkan produknya.

“Yang paling utama adalah di UKM Corner ini semakin banyak pelaku UKM yang masuk. Ada peningkatannya. Artinya merangkul UMKM-UMKM yang lain,” kata Taj Yasin mewakili Gubernur Ahmad Luthfi meresmikan UKM Jateng Corner di Bandara Ahmad Yani Semarang, Selasa, 1 September 2026.

Baca Juga: Polresta Batang Gelar Sertijab, Ini Daftar Lengkapnya

Menurutnya, perluasan keterlibatan UMKM menjadi penting agar manfaat ruang promosi tersebut dapat dirasakan lebih luas.

Saat ini, UKM Jateng Corner diisi 142 UMKM. Sebanyak 88 di antaranya merupakan UMKM bidang fashion, sedangkan 54 lainnya bergerak di sektor makanan dan minuman.

Pengembangan UKM Jateng Corner tersebut juga mendapat dukungan dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah. Taj Yasin menyebut, kolaborasi dengan Dekranasda menjadi bagian dari upaya mendorong pelaku UMKM agar semakin berkembang dan mampu memperluas pasar.

Ia berharap UKM Jateng Corner ke depan tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan berbagai titik promosi produk UMKM di Jawa Tengah. Ia menyebut rencana pengembangan ruang promosi UMKM di stasiun dapat dihubungkan dengan UKM Jateng Corner di bandara.

Dengan demikian, pengunjung yang datang melalui berbagai pintu masuk Jawa Tengah dapat memperoleh informasi mengenai sentra dan produk UMKM di daerah lain.

Selain memperluas jaringan pemasaran, Taj Yasin juga mendorong produk yang masuk UKM Jateng Corner memiliki kualitas dan standar yang semakin baik. Salah satunya melalui penguatan sertifikasi halal bagi produk UMKM.

Menurutnya, langkah tersebut sekaligus dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha lain untuk meningkatkan kualitas produknya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait