Dari Jateng untuk Warga NTT, Semangat Gotong Royong Bantu Korban Gempa

Selasa, 1 September 2026 | 18.07
puskapik

Jawa Tengah kembali mengirim bantuan tahap kedua untuk korban gempa NTT. Lima truk membawa logistik pangan, sandang, hingga kebutuhan bayi yang dihimpun dari masyarakat.

SEMARANG, puskapik.com — Semangat gotong royong warga Jawa Tengah kembali mengalir untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa.

Setelah bantuan tahap pertama dikirim pada 17 Agustus 2026, Jateng kembali memberangkatkan bantuan tahap kedua senilai ratusan juta rupiah pada Selasa, 1 Septmber 2026 berisi kebutuhan pangan, sandang, hingga perlengkapan bayi.

Bantuan tahap dua ini dihimpun dari pemerintah kabupaten/kota, komunitas, lembaga, dan masyarakat Jawa Tengah. Bantuan itu dihimpun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga: Polresta Batang Gelar Sertijab, Ini Daftar Lengkapnya

"Hari ini kita berangkatkan bantuan tahap kedua dari Jawa Tengah ke NTT, ini sesuai arahan dari Gubernur Jawa Tengah," kata Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan usai melepas 5 truk berisi logistik bantuan ke Halim Perdanakusuma Jakarta.

Bantuan yang dikirimkan antara lain tersedia makanan siap saji, kornet, sarden, telur, biskuit, bubur bayi, hingga susu bayi.

Ia mengatakan, pengiriman bantuan ini menjadi bagian dari upaya masyarakat Jateng untuk membantu warga NTT yang masih membutuhkan dukungan setelah bencana.

Baca Juga: Jangan Main Api! Kemarau Bikin Lahan Kendal Rawan Terbakar

Kepala Bidang Penanganan Darurat dan Logistik BPBD Jawa Tengah, Muhammad Khomsul, menambahkan, kali ini Jawa Tengah tidak mengirimkan personel langsung ke NTT. Meski demikian hal itu tidak mengurangi semangat kebersamaan dan gotong royong dari warga Jawa Tengah. Bahkan setiap ada bencana, masyarakat tanpa diminta sudah langsung inisiatif mengumpulkan bantuan.

"Ini untuk semangat kerelawanan dan gotong royong. Tahap dua ini kita hanya menghimpun bantuan dengan menyebar broadcast informasi ke komunitas-komunitas dan langsung terhimpun banyak," ujarnya.

Di antara tim yang mengantar bantuan logistik ke Halim Perdanakusuma tersebut ada dua personel yang sempat terjun langsung ke NTT pada pengiriman bantuan tahap pertama. Keduanya adalah Hendro, pegawai Dinsos Jawa Tengah, dan Ahmad Dian, petugas BPBD Jawa Tengah. Mereka sempat menceritakan pengalamannya saat berada di lokasi bencana dan berinteraksi dengan masyarakat terdampak di Manggarai Barat dan Manggarai.

"Pada pengiriman tahap pertama lalu kami sempat tinggal di sana dan membantu selama 4-5 hari. Kami membawa semangat gumregut nyawiji sebagaimana disampaikan oleh Gubernur Ahmad Luthfi untuk kolaborasi dan kerja sama meringankan beban masyarakat NTT,” ucapnya.

Ia menceritakan kondisi di sana sangat memperihatinkan, karena banyak rumah rata dengan tanah. Masyarakat kemudian tinggal di tenda-tenda darurat.

"Tenaga kesehatan juga sangat dibutuhkan di sana. Sampai hari terakhir kami di sana kemarin, mereka masih butuh bantuan," ujarnya yang sampai saat ini masih berkomunikasi dengan masyarakat di Manggarai.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait