Disdikbud Kendal Bidik 48 Ribu Siswa Gemar Menabung

Disdikbud Kendal bersama Bank Jateng menargetkan 48 ribu siswa SD dan SMP mengikuti program Satu Rekening Satu Pelajar untuk menanamkan kebiasaan menabung sejak dini.
KENDAL, puskapik.com – Sebanyak 48 ribu siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Kendal menjadi sasaran program Satu Rekening Satu Pelajar.
Program yang dijalankan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal bersama Bank Jateng ini ditujukan untuk menanamkan kebiasaan menabung sekaligus mengenalkan pengelolaan keuangan sejak dini.
Sekretaris Disdikbud Kendal, Sulardi, mengatakan sasaran program mencakup peserta didik di sekolah negeri maupun swasta.
Baca Juga: Proyek Breakwater Belum Berizin, Komisi III DPRD Kabupaten Tegal Minta Dihentikan Sementara
Upaya tersebut diharapkan menjadi langkah awal membangun kesadaran siswa dalam mengelola uang secara bijak.
“Karena jenjang yang ada dalam kewenangan kami adalah SD dan SMP, jadi sasaran program ini adalah anak-anak SD dan SMP negeri maupun swasta. Potensi sasaran di Kabupaten Kendal sekitar 48.000 siswa,” kata Sulardi dalam Sosialisasi Satu Rekening Satu Pelajar di Aula Kecamatan Kangkung, Rabu 14 oktober 2026.
Menurut dia, literasi keuangan perlu diperkenalkan sejak anak masih duduk di bangku sekolah.
Baca Juga: Pemkab Pekalongan dan Polbangtan YoMa Perkuat Regenerasi Petani Muda
Dengan membiasakan diri menabung, siswa dapat belajar menyisihkan sebagian uang saku dan merencanakan penggunaan uang untuk kebutuhan mendatang.
“Harapannya dengan anak-anak menabung sejak dini, literasi keuangan sudah mulai ditanamkan kepada anak-anak kita sejak usia sekolah,” ujarnya.
Untuk memudahkan siswa, Bank Jateng akan menerapkan sistem jemput bola dengan mendatangi sekolah pada hari-hari tertentu sesuai jadwal yang disepakati. Siswa dapat menyetorkan uang tabungan langsung di sekolah tanpa harus datang ke kantor bank.
Setoran tabungan pelajar tersebut dimulai dari Rp2.000 sehingga dapat disesuaikan dengan kemampuan siswa. Skema ini diharapkan membuka kesempatan bagi lebih banyak pelajar untuk mengenal layanan perbankan dan membangun kebiasaan menabung secara rutin.
Sulardi menegaskan, program tabungan pelajar tidak berkaitan dengan penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP). Program ini secara khusus ditujukan untuk membudayakan kebiasaan menabung, sedangkan PIP merupakan bantuan pendidikan dengan mekanisme penyaluran tersendiri.
“Untuk simpanan pelajar ini tidak ada kaitannya dengan penyaluran PIP,” tegasnya.
Selain sosialisasi tabungan pelajar, Disdikbud Kendal pada kesempatan yang sama menggelar sosialisasi Aparatur Sipil Negara (ASN) Peduli Tenaga Rentan dan pencapaian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Kendal.
Program Satu Rekening Satu Pelajar diharapkan tidak sekadar memperluas kepemilikan rekening di kalangan siswa, tetapi juga membentuk perilaku keuangan yang disiplin dan bertanggung jawab sejak usia sekolah. **
Artikel Terkait

Pindah Tugas, AKBP Bayu Prasatyo Tekankan Soliditas dan Pengabdian Polri kepada Masyarakat

Proyek Breakwater Belum Berizin, Komisi III DPRD Kabupaten Tegal Minta Dihentikan Sementara

Pemkab Pekalongan dan Polbangtan YoMa Perkuat Regenerasi Petani Muda
