Dua Rumah Tak Layak Huni Direhab, Pemuda Siddiqiyyah Bantu Warga Tosari Kendal

Senin, 31 Agustus 2026 | 16.18
Peresmian rehab rumah warga di Tosari Brangsong yang dibantu Organisasi Pemuda Siddiqiyyah Kabupaten Kendal. (edhot)
Peresmian rehab rumah warga di Tosari Brangsong yang dibantu Organisasi Pemuda Siddiqiyyah Kabupaten Kendal. (edhot)

Dua warga Tosari, Brangsong, Kendal, kini memiliki rumah layak huni setelah mendapat bantuan program Rumah Syukur Siddiqiyyah. Bantuan ini diharapkan membawa kenyamanan baru.

KENDAL, puskapik.com – Harapan memiliki rumah yang aman dan layak akhirnya dirasakan Jumaiyah dan Ngasmani, warga Desa Tosari, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal. Rumah kedua keluarga yang sebelumnya jauh dari kata layak, kini dibangun kembali melalui program Rumah Syukur Layak Huni.

Dua unit rumah tersebut diresmikan Organisasi Pemuda Siddiqiyyah Kabupaten Kendal, Senin (31/8/2026). Pembangunan menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81, kelahiran Nabi Muhammad SAW, serta HUT Dilal Berkat Rahmat Allah (DIBRA) Siddiqiyyah.

Sebelum mendapatkan bantuan, rumah Jumaiyah dan Ngasmani berada dalam kondisi memprihatinkan. Selain kondisi bangunan yang tidak layak, kedua rumah tersebut juga kerap terdampak banjir.

Baca Juga: Bupati Tegal Kukuhkan Kontingen Popda, Targetkan Masuk 10 Besar Jateng

Keduanya merupakan warga dengan kondisi ekonomi sederhana. Jumaiyah sehari-hari bekerja sebagai buruh penjemur triplek, sedangkan Ngasmani mencari ikan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Ketua Organisasi Pemuda Siddiqiyyah Kabupaten Kendal Arif Hidayat mengatakan, pembangunan dua rumah tersebut telah diawali dengan peletakan batu pertama pada 22 Juni 2026.

Menurut Arif, momentum tersebut dipilih bukan tanpa alasan. Tanggal 22 Juni memiliki kaitan dengan sejarah perumusan gagasan Pancasila oleh Bung Karno.

Baca Juga: Ditinggal ke Sawah, Warga Margosari Kendal Geger Rumah Sodikin terbakar

"Peletakan batu pertama kami laksanakan pada 22 Juni, bertepatan dengan momen historis ketika Bung Karno merumuskan gagasan Pancasila. Nilai kemerdekaan dan Pancasila inilah yang menjadi semangat kami," jelasnya.

Program Rumah Syukur Layak Huni sendiri merupakan agenda sosial yang dilaksanakan secara rutin oleh organisasi Siddiqiyyah di berbagai daerah di Indonesia.

Hingga tahun ini, pembangunan rumah melalui program tersebut telah mencapai 136 unit.

Arif mengatakan, program tersebut merupakan bentuk komitmen organisasi untuk menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan.

Peresmian dua rumah di Desa Tosari juga dirangkai dengan pemberian santunan kepada masyarakat sekitar.

Sebanyak 117 paket sembako dan uang tunai dibagikan kepada warga sebagai bagian dari santunan nasional.

Arif berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan dan jumlah rumah yang dibangun pada tahun-tahun berikutnya semakin bertambah.

Ia juga berharap gerakan tersebut dapat menginspirasi organisasi kemasyarakatan lain untuk ikut mengambil peran dalam membantu masyarakat.

"Harapan kami, gerakan pembangunan Rumah Syukur ini dapat menjadi pemantik atau trigger bagi organisasi kemasyarakatan lainnya, khususnya di Kabupaten Kendal dan Indonesia pada umumnya, untuk bersama-sama bergerak dalam aksi kepedulian sosial," ujarnya.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengapresiasi kepedulian Organisasi Pemuda Siddiqiyyah yang diwujudkan melalui pembangunan rumah bagi warga kurang mampu.

Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk aksi sosial yang manfaatnya dapat langsung dirasakan penerima.

"Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pengurus dan perwakilan organisasi serta seluruh anggota Siddiqiyyah yang menginisiasi kegiatan ini," kata Dyah Kartika.

Bupati juga berpesan kepada kedua penerima bantuan agar menjaga dan merawat rumah tersebut dengan baik.

Ia berharap hunian baru itu tidak hanya memberikan rasa aman dan nyaman, tetapi juga menjadi tempat tumbuhnya kehidupan keluarga yang lebih baik.

"Kepada Ibu Jumaiyah dan Pak Ngasmani untuk terus merawat rumah tersebut agar memberikan keberkahan. Semoga bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan sebaik mungkin," pungkasnya.

Bagi Jumaiyah dan Ngasmani, dua rumah baru tersebut bukan sekadar bangunan. Hunian itu menjadi simbol kepedulian dan gotong royong masyarakat yang diharapkan mampu menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi keluarga penerimanya.