Empat Perusahaan Siap Tampung Lulusan Pelatihan Mandarin di Kendal

Empat perusahaan siap tampung 25 lulusan pelatihan Bahasa Mandarin Disperinaker Kendal untuk penuhi kebutuhan tenaga kerja Kawasan Industri Kendal.
KENDAL,puskapik.com – Peluang kerja bagi warga lokal di Kawasan Industri Kendal (KIK) terus terbuka. Sebanyak 25 warga Kabupaten Kendal berhasil menyelesaikan pelatihan Bahasa Mandarin yang difasilitasi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kendal. Seluruh peserta dinyatakan lulus dengan predikat baik dan mulai dilirik dunia kerja.
Bahkan, empat perusahaan telah menyatakan komitmen untuk menerima peserta pelatihan tersebut, meskipun para lulusan tetap harus mengikuti proses seleksi. Dua peserta terbaik juga telah direkrut Asalina Language Center sebelum menerima sertifikat kelulusan.
Hal itu disampaikan Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari saat penutupan Pelatihan Bahasa Mandarin di Aula Disperinaker Kendal, Jumat 23 oktober 2026.
“Kegiatan latihan Bahasa Mandarin dasar untuk 25 anak ini, alhamdulillah sudah ada empat perusahaan yang memberikan komitmen untuk nanti menerima, walaupun tetap ada seleksi,” kata Bupati.
Baca Juga: Cor Beton Jalan Pruwatan Brebes Tanpa Besi Pengikat, Pengawas DPU Sebut Sesuai Perencanaan
Menurutnya, penguasaan Bahasa Mandarin menjadi keterampilan penting bagi pencari kerja di Kendal. Sebab, sebagian besar investor yang beroperasi di kawasan industri setempat berasal dari China sehingga membutuhkan tenaga kerja yang mampu berkomunikasi dalam bahasa tersebut.
Bupati menambahkan, dua peserta terbaik bahkan telah mendapatkan kesempatan kerja sebelum pelatihan resmi ditutup. Hal itu menunjukkan bahwa keterampilan yang diperoleh dalam waktu relatif singkat dapat menjadi modal memasuki dunia kerja.
“Selama 20 hari, penguasaan mereka sangat bagus. Tadi sudah kita lihat bersama-sama,” ungkapnya.
Pelatihan ini berlangsung selama 20 hari atau setara 160 jam pelajaran. Program tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kendal menjalankan kebijakan pembangunan Kendal Cerdas pada 2026, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Selain untuk memperlancar komunikasi, kemampuan memahami bahasa dan budaya kerja juga dinilai penting guna mencegah kesalahpahaman di lingkungan perusahaan.
“Bahasa Mandarin ini sangat dibutuhkan agar saat bekerja komunikasinya lancar. Karena kadang intonasi bahasa Mandarin itu seperti marah. Kalau kita tidak bisa mengartikannya, mungkin dikira kita dimarahi sehingga menimbulkan persepsi yang berbeda,” jelasnya.
Kepala Disperinaker Kendal Ardhi Prasetiyo menjelaskan, 25 peserta yang mengikuti pelatihan tersebut mayoritas merupakan lulusan sarjana. Menurutnya, pendidikan formal perlu dilengkapi keterampilan khusus agar pencari kerja memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan.
Baca Juga: Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp110 triliun pada Akhir 2026
“Ini membuktikan bahwa kemampuan akademis saja tidak cukup. Skill yang dibutuhkan dalam mencari kesempatan kerja juga penting untuk meningkatkan kompetensi para pencari kerja,” ujar Ardhi.
Ia menerangkan, materi pelatihan tidak hanya berfokus pada kemampuan berbahasa, tetapi juga mencakup pengenalan budaya kerja dasar di lingkungan industri. Peserta dibekali kemampuan percakapan (speaking), mendengarkan (listening), serta pemahaman budaya kerja untuk menunjang operasional perusahaan.
Seluruh peserta dinyatakan lulus dengan predikat baik. Dengan bekal tersebut, para alumni diharapkan lebih siap menghadapi proses rekrutmen dan beradaptasi dengan lingkungan kerja.
“Jadi, tidak cuma skill bahasa, tetapi sudah diajarkan budaya kerja dasar. Peserta atau alumni nantinya akan siap ketika terjun di dunia kerja,” pungkasnya.
Melalui pelatihan ini, Pemkab Kendal berharap semakin banyak pencari kerja lokal yang mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja di kawasan industri. Dengan demikian, pertumbuhan investasi di Kendal diharapkan turut membuka kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.***
Artikel Terkait

Kemendikdasmen Bantu TKIT Syi'arul Islam Tegal Perkuat Literasi Anak

Cor Beton Jalan Pruwatan Brebes Tanpa Besi Pengikat, Pengawas DPU Sebut Sesuai Perencanaan

Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp110 triliun pada Akhir 2026
