Gladi bersih duta seni kendal di Pendopo Bahurekso sebelum tampil di TMII. dokumen

Duta seni Kendal dari Sanggar Sukoreno menggelar gladi resik sendratari Sanggapura, Sendang Kyai Tulang Bawang sebelum tampil di TMII, Jakarta, 1 November 2026.
KENDAL, puskapik.com – Warisan sejarah lokal tak hanya tersimpan di situs petilasan, tetapi juga bisa dihidupkan melalui seni pertunjukan.
Semangat itulah yang dibawa Sanggar Sukoreno dari Desa Purwokerto, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, saat menyiapkan sendratari Sanggapura, Sendang Kyai Tulang Bawang untuk tampil di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, 1 November 2026.
Sebanyak 50 personel yang terdiri atas penari dan penabuh alat musik akan membawa nama Kabupaten Kendal dalam pagelaran seni budaya tingkat provinsi tersebut.
Baca Juga: Pelantikan Kadus Ragatunjung, Camat Paguyangan Brebes Ingatkan Perangkat Desa soal Pelayanan
Mayoritas penarinya merupakan pelajar SMP dan SMA yang akan menampilkan kisah terinspirasi dari petilasan Tulang Bawang di wilayah Darupono, Kendal.
Pementasan ini menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal sekaligus memperkenalkan potensi sejarah daerah melalui seni tari dan musik.
Kisah yang berangkat dari situs lokal itu dikemas menjadi pertunjukan yang diharapkan dapat menjangkau penonton lebih luas.
Baca Juga: Jaga Kerukunan di Kendal, Dandim dan FKUB Perkuat Sinergi Lintas Agama
Pemilik dan pengelola Sanggar Sukoreno sekaligus art director pementasan, Yulvina Inanda, mengatakan pemilihan cerita tersebut berangkat dari keinginan untuk mengangkat kembali keberadaan petilasan Tulang Bawang di Darupono.
“Di Darupono itu ada petilasan tentang Tulang Bawang. Nah, itu kita akan mengambil tokoh tersebut, karena kami rasa situs itu perlu diangkat kembali tahun ini,” ujarnya.
Menurut Yulvina, persiapan pementasan telah mencapai sekitar 80 persen saat gladi resik di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Kamis 29 oktober 2026. Tim masih mematangkan sejumlah bagian pertunjukan sebelum berangkat ke Jakarta.
Rombongan dijadwalkan tampil pada pukul 10.00 WIB. Seluruh personel diharapkan mampu menyajikan pertunjukan secara maksimal, baik dari sisi gerak tari, iringan musik, maupun penyampaian cerita.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal, Yanuar Fatoni, berharap para duta seni mampu memberikan penampilan terbaik. Sebab, pagelaran tersebut bukan hanya menjadi agenda tahunan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, tetapi juga masuk dalam penilaian panitia tingkat provinsi.
Yanuar menyampaikan harapannya ketika menghadiri gladi resik persiapan pementasan. Ia meminta para seniman yang mewakili Kendal memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah.
“Harapan dari kami kepada yang mewakili Kabupaten Kendal saat ini, yaitu dari Sanggar Sukoreno Desa Purwokerto, Kecamatan Patebon, adalah tampilkan yang terbaik dan mudah-mudahan Kabupaten Kendal mendapatkan hasil yang terbaik di tahun ini,” katanya.
Namun, menurut Yanuar, misi yang dibawa ke Jakarta tidak berhenti pada pencapaian hasil penilaian. Keikutsertaan Kendal juga menjadi wadah bagi seniman lokal untuk mengembangkan kreativitas dan menunjukkan potensi daerah di panggung nasional.
Misi lainnya adalah memberikan hiburan bagi warga Kendal yang menetap di Jakarta serta mempererat silaturahmi antara masyarakat di kampung halaman dan para perantau.
Untuk mendukung tujuan tersebut, Pemkab Kendal turut mengundang Paguyuban Masyarakat Kendal di Jakarta, Paguyuban Jawa Tengah, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), badan usaha milik daerah (BUMD), serta organisasi kemasyarakatan.
Melalui penampilan di TMII, Kendal berharap seni tradisi tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan sejarah lokal dan menumbuhkan apresiasi generasi muda terhadap warisan budaya daerah. Pementasan Sanggapura, Sendang Kyai Tulang Bawang pun menjadi salah satu upaya membawa cerita dari Kendal agar semakin dikenal di luar daerah.
Artikel Terkait

Pelantikan Kadus Ragatunjung, Camat Paguyangan Brebes Ingatkan Perangkat Desa soal Pelayanan

Jaga Kerukunan di Kendal, Dandim dan FKUB Perkuat Sinergi Lintas Agama

Ketua BPD Kalirandu Pemalang Meninggal Mendadak Saat Acara Pilkades
