Go Digital! 66 UMKM di Desa Bulugede Patebon Kendal Dibekali Jurus Promosi Lewat Media Sosial

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14.51
Workshop Digitalisasi UMKM dan Content Creator bagi UMKM di Desa Bulugede Kendal. (edhot)
Workshop Digitalisasi UMKM dan Content Creator bagi UMKM di Desa Bulugede Kendal. (edhot)

Mahasiswa KKN UIN Walisongo membekali pelaku UMKM Desa Bulugede dengan strategi digitalisasi dan pembuatan konten untuk memperluas pasar melalui media sosial.

KENDAL, puskapik.com – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Bulugede, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, didorong semakin aktif memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usahanya.

Dorongan tersebut diwujudkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 201 melalui Workshop Digitalisasi UMKM dan Content Creator yang digelar Kamis (20/8/2026).

Mengusung semangat “Bulugede Go Digital”, kegiatan tersebut membekali pelaku UMKM dengan pengetahuan dan keterampilan dasar membuat konten, mempromosikan produk secara digital, serta memanfaatkan media sosial untuk memperluas pasar.

Baca Juga: 10 Ribu Liter Air untuk Warga Sirowo, Wujud Kepedulian Polres Kendal

Workshop menghadirkan dosen UIN Walisongo Semarang, Fathimah Nadia Qurrota A’yun, sebagai pemateri.

Peserta mendapatkan materi mengenai pembuatan konten sederhana, strategi membuat video pendek, pemasaran melalui media sosial, hingga pemanfaatan WhatsApp Business, Facebook, Instagram, dan TikTok.

Fathimah menekankan bahwa pelaku UMKM tidak perlu menunggu memiliki kamera atau peralatan mahal untuk mulai membuat konten promosi.

Baca Juga: Mohamad Tufayl Wafa, Atlet Panahan Remaja Asal Tegal yang Bermimpi Tembus Olimpiade

Menurutnya, aktivitas usaha sehari-hari justru dapat menjadi bahan konten yang menarik, mulai dari foto produk, proses produksi hingga testimoni pelanggan.

“Konten itu tidak harus bagus-bagus amat atau estetik seperti konten influencer. Yang penting rutin tiap hari, pelaku UMKM bisa mulai dari apa yang mereka punya dan dari aktivitas usaha sehari-hari,” ujar Fathimah.

Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta adalah Formula 3S, yakni Second pertama (Hook), Si isi video, dan Silakan beli (Call to Action).

Formula tersebut dikenalkan sebagai cara sederhana membuat video promosi agar mampu menarik perhatian calon konsumen sejak detik awal, memberikan informasi produk, sekaligus mengarahkan calon pembeli untuk melakukan transaksi.

Workshop tidak berhenti pada penyampaian materi. Peserta juga diajak langsung mempraktikkan pembuatan konten dengan memotret produk, menyusun caption, kemudian membagikannya melalui status maupun grup WhatsApp.

Salah satu peserta, Resnawati, mengaku mendapatkan pemahaman baru mengenai strategi promosi melalui media digital.

“Saya sangat terbantu dengan diadakan workshop ini, jadi lebih paham bahwa promosi tidak harus rumit. Dari foto produk dan aktivitas sehari-hari saja ternyata sudah bisa dibuat menjadi konten untuk menarik pembeli,” ujarnya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait