Gubernur Jateng Dorong Investor Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 6 Mei 2026 | 18.47 WIB
Gubernur Jateng dan bupati Kendal saat meninjau pabrik di KEK Kendal. (edhot)
Gubernur Jateng dan bupati Kendal saat meninjau pabrik di KEK Kendal. (edhot)

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dorong investor prioritaskan tenaga kerja lokal saat kunjungan ke KEK Kendal, nilai SDM dinilai mampu bersaing global.

KENDAL, puskapik.com — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meminta para investor yang menanamkan modal di wilayahnya untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal.

Ia menegaskan, kualitas sumber daya manusia (SDM) di Jawa Tengah mampu bersaing dengan tenaga kerja dari negara lain.

Hal tersebut disampaikan Luthfi saat melakukan kunjungan kerja ke PT Borine Technology Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus Kendal, Rabu (6/5/2026).

Baca Juga: 50 Biksu Lintas Negara Jalan Kaki ke Borobudur, Waisak 2026 Jadi Simbol Perdamaian Dunia

Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau langsung proses produksi sekaligus berdialog dengan manajemen perusahaan.

Dari hasil peninjauan, diketahui bahwa produk yang dihasilkan perusahaan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga diekspor ke pasar internasional.

Secara kualitas, produk tersebut dinilai setara dengan hasil produksi tenaga kerja dari negara asal perusahaan, yakni China.

Baca Juga: Buntut Presensi Fiktif, Sekda Jateng Ancam Sanksi Tegas 3.000 ASN Brebes

“Artinya, selama kita mempunyai niat untuk bekerja, khususnya wilayah Jawa Tengah, kita mampu bersaing dengan negara lain,” ujar Luthfi usai peninjauan, didampingi Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari.

Menurutnya, kompetensi SDM menjadi salah satu faktor utama dalam menarik minat investor.

Kepercayaan yang diberikan oleh PT Borine Technology Indonesia turut mendorong pertumbuhan ekonomi, baik di Kabupaten Kendal maupun Jawa Tengah secara keseluruhan.

Bahkan, perusahaan tersebut juga membawa enam perusahaan pemasok bahan baku untuk ikut berinvestasi di wilayah ini.

Baca Juga: Buntut Presensi Fiktif, Sekda Jateng Ancam Sanksi Tegas 3.000 ASN Brebes

Dari sisi investasi, PT Borine Technology Indonesia telah merealisasikan investasi tahap pertama (fase 1) sebesar USD 700 juta.

Saat ini, perusahaan tersebut juga berkomitmen memperluas pabrik melalui investasi tahap kedua (fase 2) dengan nilai mencapai sekitar USD 1,4 miliar.

Besarnya nilai investasi ini, lanjut Luthfi, menjadi bukti bahwa Jawa Tengah dinilai sebagai destinasi yang aman, stabil, dan kompetitif bagi investor global. Untuk itu, ia menekankan pentingnya menjaga kepercayaan tersebut.

“Seluruh kepala daerah, termasuk kepala dinas, harus berperan sebagai manajer marketing untuk menawarkan potensi investasi di wilayah masing-masing,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Luthfi juga menyerap berbagai masukan dari pihak investor dan pengelola kawasan industri. Salah satu isu yang mencuat adalah terkait optimalisasi Pelabuhan Kendal.

Menanggapi hal tersebut, pihaknya akan mengintensifkan koordinasi dengan Pelindo serta Kementerian Perhubungan Republik Indonesia untuk mendorong pembukaan kembali Pelabuhan Kendal dan Batang, sekaligus revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas logistik dan semakin meningkatkan daya tarik investasi di Jawa Tengah. **

Artikel Terkait