Hari Jadi ke-81 Jateng, Ahmad Luthfi Apresiasi Peran Petani, Buruh, hingga UMKM

Rabu, 19 Agustus 2026 | 12.55
puskapik

HUT ke-81 Jateng, Gubernur Ahmad Luthfi apresiasi petani, buruh, UMKM, guru, tenaga kesehatan, pemuda, dan penyandang disabilitas sebagai penggerak pembangunan.

BOYOLALI, puskapik.com – Genap 545 hari memimpin Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Gubernur Ahmad Luthfi menilai capaian pembangunan tidak lahir dari kerja pemerintah semata.

Pada momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Jawa Tengah, Luthfi secara khusus menyampaikan apresiasi kepada petani, buruh, pelaku UMKM, guru, tenaga kesehatan, pemuda, hingga penyandang disabilitas yang turut menggerakkan pembangunan daerah.

“Ini sudah 545 hari menemani panjenengan sedoyo. Saya dengan Gus Yasin untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi Jawa Tengah,” kata Luthfi saat menjadi inspektur upacara Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah di Alun-Alun Kidul Kabupaten Boyolali, Rabu, 19 Agustus 2026.

Baca Juga: Melihat Serunya Peringatan HUT RI di Safari Beach Batang, Satwa pun Ikut Upacara

Menurutnya, pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Berbagai capaian pembangunan selama 545 hari masa kepemimpinannya merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Karena itu, dalam momentum HUT ke-81, Luthfi secara khusus mengundang perwakilan petani, buruh, pelaku UMKM, guru, tenaga kesehatan, pemuda, dan penyandang disabilitas untuk hadir dalam upacara.

Ia menyebut, mereka sebagai bagian penting dari perjuangan membangun Jawa Tengah. Kerja keras mereka, kata Ahmad Luthfi, tidak selalu terlihat ataupun tercatat, tetapi manfaatnya dirasakan oleh jutaan masyarakat.

Baca Juga: Persiapan Kian Matang, Jawa Tengah Siap Sambut Peserta MTQ Nasional ke-31, 6.180 Personil Dikerahkan, Ini Daftar Agendanya!

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan seluruh masyarakat Jawa Tengah, dari lubuk hati kami yang paling dalam saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kerja sama dan kontribusi panjenengan semuanya,” ujarnya.

Salah satu kelompok yang mendapat sorotan khusus adalah petani. Luthfi menilai, kerja keras petani membuat Jawa Tengah tetap menjadi salah satu penyangga pangan nasional.

Pada 2025, produksi padi Jawa Tengah disebut mencapai sekitar 9,39 juta ton, sementara hingga Juli 2026, produksi gabah kering giling telah mencapai 6,74 juta ton.

“Kalau petani kita bekerja keras, maka kita yang diberi amanah memimpin Jawa Tengah juga harus bekerja keras sampai di tingkat desa,” tegasnya.

Kerja masyarakat tersebut, menurut Luthfi, juga ikut menggerakkan sektor ekonomi dan membuka lapangan kerja. Bahkan, tingkat Pengangguran Terbuka Jawa Tengah turun dari 4,33 persen menjadi 4,24 persen, dengan tambahan sekitar 460 ribu orang yang bekerja.

Pertumbuhan investasi juga terus berjalan. Hingga semester pertama 2026, investasi telah mencapai Rp59,94 triliun.

Sementara pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah hingga saat ini mencapai 5,80 persen. Di sisi lain, persentase penduduk miskin turun menjadi 9,21 persen.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait