Hari Jadi Ke-81 Jateng: Pesantren Makin Berdaya, Santri dan Pengasuh Terakses Beasiswa

Selasa, 18 Agustus 2026 | 14.07
puskapik

Pemprov Jateng memperkuat pesantren lewat beasiswa bagi 73 santri dan pengasuh, termasuk 15 penerima beasiswa luar negeri serta tali asih penghafal Al-Qur’an.

SEMARANG, puskapik.com - Ruang Muria Kompleks Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDM) Jawa Tengah pada Sabtu, 25 Juli 2026 dipenuhi puluhan orang.

Yang laki-laki nampak mengenakan sarung, baju putih panjang, dan peci. Sementara yang perempuan mengenakan kerudung, baju putih, dan bawahan rok.

Di sudut-sudut ruangan itu, ada yang melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an, ada yang membaca kitab kuning dan menjelaskan maknanya, ada yang menyampaikan gagasan mengenai wawasan kebangsaan, dan lainnya.

Baca Juga: Wagub Taj Yasin Pimpin Upacara Penurunan Bendera di Simpang Lima

Mereka sedang mengikuti seleksi wawancara beasiswa santri dan pengasuh pesantren yang digulikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tahun 2026.

Ya, di usianya yang ke-81, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maemoen, memberikan perhatian penuh kepada para santri dan pondok pesantren di wilayahnya.

Beragam program digulirkan untuk memberdayakan mereka. Mulai dari beasiswa santri dan pengasuh pesantren, tali asih (biasyaroh) untuk penghafal Al-Qur’an, dan sebagainya.

Baca Juga: Kebakaran di Paguyangan Brebes, Rumah, L300 dan 4 Motor Hangus

Program-program itu tak lain dan tak bukan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) para warganya.

Berdasarkan data Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Provinsi Jawa Tengah, jumlah pendaftar beasiswa santri dan pengasuh pesantren tahun 2026 mencapai 942 orang. Mereka terdiri dari pendaftar santri 702 orang dan pendaftar pengasuh 240 orang. Dari 942 orang pendaftar, yang dinyatakan lolos sebanyak 73 orang.

Mereka melakukan seleksi seleksi akademik dan wawancara. Dengan materi wawancara kemampuan baca kitab kuning, hafalan Al-Quran, kepesantrenan, dan wawasan kebangsaan.

"Semuanya santri dan pengasuh pesantren, karena beasiswa ini khusus untuk mereka, nama-namanya sudah kita umumkan pada 3 Agustus 2026," kata Ketua LSFF Provinsi Jawa Tengah, Hasyim Muhammad.

Dari 73 orang itu, 15 orang lolos beasiswa luar negeri (S1), dan 58 orang lolos beasiswa dalam negeri (S1, S2, S3). Untuk beasiswa luar negeri ada yang ke China, Al Azhar Mesir, dan Yaman.

Para penerima beasiswa itu mengambil berbagai bidang studi, mulai dari kedokteran, keperawatan, kesehatan masyarakat, pertanian, humaniora, keislaman, dan lain sebagainya.

Hasyim menyatakan, untuk penerima beasiswa luar negeri akan diberikan biaya kuliah, biaya visa, biaya hidup, asuransi kesehatan, dan bantuan tiket pesawat PP. Untuk dalam negeri diberi beasiswa berupa bantuan uang kuliah tunggal/UKT hingga delapan semester.

Halaman 1 dari 3

Artikel Terkait