Hari Jadi Ke-81, Jawa Tengah Bertabur Infrastruktur

Pemprov Jateng terus memperkuat infrastruktur jalan, jembatan, embung, dan irigasi untuk meningkatkan konektivitas, mendukung pertanian, serta menggerakkan ekonomi daerah
SEMARANG, puskapik.com – Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pembangunan infrastruktur selama beberapa tahun terakhir menjadi modal penting dalam akselerasi pertumbuhan ekonomi di wilayahnya.
Sebab, infrastruktur jalan misalnya, mampu menghubungkan manusia, menggerakkan ekonomi, dan membuka peluang baru. Tak ayal, ratusan kilometer jalan diperbaiki, deretan embung dibangun, puluhan irigasi dibangun, puluhan jembatan diperbaiki.
Hal ini tak lain dan tak bukan untuk menurunkan biaya logistik, meningkatkan daya saing ekonomi, mempercepat pemerataan pembangunan.
Baca Juga: Foto Anom Widiyantoro Masih Dipajang Pemkab Pemalang, Ini Alasannya
Tujuan itu bukan isapan jempol belaka. Menyongsong Hari Ulang Tahun ke-81 Provinsi Jawa Tengah, berbagai capaian pembangunan infrastruktur telah dirasakan oleh masyarakat.
Di antaranya kemantapan jalan, jembatan, hingga embung dan saluran irigasi.
Capaian pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan terus menjadi perhatian bersama. Pada akhir 2025, sepanjang 2.293,96 kilometer jalan provinsi berstatus mantap atau 94,01% dari total panjang jalan provinsi yaitu 2.440,12 kilometer. Sementara 22.733,45 meter jembatan dalam kondisi mantap atau 85,43%.
Baca Juga: Lomba Kampung Nusantara di Tegal, Tim Penilai Cek Kebersihan Lingkungan Hingga Kamar Tidur
Dua contoh paket preservasi atau pemeliharaan jalan pada semester II-2025 adalah ruas jalan Parakan (Temanggung)—Patean (Kendal) dan ruas Jalan Wonosobo—Dieng (Banjarnegara). Keduanya dikerjakan pada periode Juli-Desember 2025 dan diresmikan pada 2026. Keduanya merupakan ruas jalan penghubung antardaerah yang mendukung aktivitas perekonomian dan pariwisata.
“Terima kasih atas perbaikan jalan yang sudah dilakukan. Itu sangat bermanfaat dalam mendukung aktivitas sehari-hari masyarakat. Semoga jalan di titik lain juga dibangun agar semua ikut merasakan pembangunan yang dilakukan,” ujar Kepala Desa Ngadirejo Muhammad Abdillah Al Kafi.
Pada tahun 2026, hingga triwulan II, kemantapan jalan provinsi mencapai 87,79%. Salah satu faktor penurunan kemantapan jalan adalah curah hujan tinggi sepanjang triwulan I-2026 yang mengikis lapisan aspal jalan. Hingga akhir 2026 ditergetkan kembali 94 persen.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah komando Gubernur Ahmad Luthfi langsung menyiapkan percepatan rehabilitasi jalan provinsi guna mengembalikan kemantapan jalan minimal seperti tahun sebelumnya, bahkan anggaran tambahan digelontorkan untuk penanganan jalan rusak dan berlubang di berbagai daerah. Tentu saja yang menjadi prioritas adalah jalan-jalan yang menjadi urat nadi dan mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata.
Peningkatan dan rehabilitasi jalan di berbagai wilayah yang sudah dilakukan pada 2026, meliputi ruas jalan Singget–Doplang–Cepu (Kabupaten Blora), Jepara–Keling (Kabupaten Jepara), Wiradesa–Kajen (Kabupaten Pekalongan), dan jalur penyelamat Kalijambe (Magelang – Purworejo).
Selain itu, tambahan anggaran yang diberikan Ahmad Luthfi juga menyentuh beberapa ruas jalan lain, seperti Brebes, Pemalang, dan Batang. Juga ruas jalan di daerah perbatasan seperti Randublatung—Cepu (Blora) serta sejumlah ruas jalan di Wonogiri yaitu Ngadirojo—Biting dan Ngadirojo—Giriwoyo (keduanya berbatasan dengan Jatim).
“Terima kasih pad Pak Gubernur mengalokasikan pembangunan jalan di Wonogiri. Setelah jadi, bisa bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteran warga,” kata Kepala DPUPR Kabupaten Wonogiri, Prihadi Ariyanto.


