Identitas Mayat Terborgol di Kendal Terungkap, Diduga Tewas Dihantam Benda Tumpul

Rabu, 7 Oktober 2026 | 09.16 WIB
Tim Inafis olah TKP di penemuan mayat dengan tangan terborgol di bangunan kosong. (edhot)
Tim Inafis olah TKP di penemuan mayat dengan tangan terborgol di bangunan kosong. (edhot)

Identitas mayat laki-laki terborgol di bangunan kosong Kendal terungkap. Donna Nuzulul Aditya (29) diduga tewas akibat hantaman benda tumpul di kepala.

KENDAL, puskapik.com – Misteri identitas mayat laki-laki yang ditemukan dalam kondisi membusuk dan tangan terborgol di sebuah bangunan kosong di Jalan Arteri Kaliwungu, Kabupaten Kendal, akhirnya terungkap.

Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy mengungkapkan, jenazah yang sebelumnya belum diketahui identitasnya tersebut bernama Donna Nuzulul Aditya (29).

Korban tercatat sebagai warga Kampung Karangsari RT 003/RW 003, Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal.

Baca Juga: Dua Pekerja Tewas Tertimbun Longsor Saat Gali Pondasi Rumah di Watukumpul Pemalang

Hal tersebut disampaikan Kapolres Kendal pada Selasa 6 oktober 2026 malam. Selain identitas korban, polisi juga mengungkap hasil autopsi terkait penyebab kematian.

Ratna mengatakan, berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara TK II Semarang, ditemukan luka pada bagian kepala yang diduga akibat hantaman benda tumpul.

"Dari hasil autopsi yang dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara TK II Semarang, diketahui bahwa korban meninggal dunia akibat adanya bekas luka yang disebabkan oleh hantaman benda tumpul di bagian kepala," ujar Ratna.

Baca Juga: Dari Kendal ke Pasar Global, Godrej Siapkan Ekspansi Produksi Hampir Rp500 Miliar

Dari pemeriksaan medis tersebut, polisi juga memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar lima hingga 10 hari sebelum jasadnya ditemukan.

Temuan tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa kematian Donna bukan akibat kecelakaan biasa. Polisi kini mendalami kasus tersebut sebagai dugaan tindak pidana pembunuhan.

Kapolres mengatakan, Satreskrim Polres Kendal masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelaku di balik kematian korban.

Polisi juga masih mendalami motif serta rangkaian kejadian yang menyebabkan korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan terborgol di bangunan kosong tersebut.

"Kami masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap pelaku dan motifnya," kata Ratna.

Polres Kendal mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi sekecil apa pun terkait kasus tersebut untuk segera melapor kepada kepolisian.

Terutama bagi masyarakat yang mengetahui aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal, polisi meminta informasi tersebut disampaikan agar dapat membantu proses penyelidikan.

Sebelumnya, warga Kebonadem, Kecamatan Brangsong, Kendal, digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki di sebuah bangunan berlantai dua di Jalan Arteri Kaliwungu.

Jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 05.15 WIB. Penemuan bermula ketika seorang juru parkir bernama Eko Mulyono mencium bau busuk menyengat dari sekitar lokasi selama dua hari.

Karena curiga, Eko kemudian bersama rekannya, Zainul Amri, dan Ketua RT setempat, Budianto, mengecek bangunan kosong milik warga bernama Hasan tersebut.

Saat memeriksa lantai dua bangunan, mereka dikejutkan dengan keberadaan jasad seorang laki-laki di dekat teralis jendela. Di sekitar tubuh korban juga ditemukan bercak darah.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada kepolisian. Tim gabungan Polres Kendal dan Polsek Brangsong langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

Petugas yang datang di antaranya Kasat Reskrim Polres Kendal beserta Piket Reskrim, Pamapta, Tim Inafis, Kapolsek Brangsong, KSPK, Kanitreskrim Polsek Brangsong, serta Bhabinkamtibmas.

Dengan dibantu personel BPBD dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, petugas mengamankan lokasi, meminta keterangan sejumlah saksi, melakukan olah TKP, dan mengevakuasi jenazah untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kini, setelah identitas korban dan dugaan penyebab kematian terungkap, polisi masih berpacu mengungkap siapa pelaku serta motif di balik kematian Donna Nuzulul Aditya. **

Artikel Terkait