Jalan Masih Gelap, Warga Limbangan Tagih Janji Kendal Terang 2027

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16.36
Bupati kendal saat menyerap aspirasi warga  Limbangan di program bersatu siaga. (edhot)
Bupati kendal saat menyerap aspirasi warga Limbangan di program bersatu siaga. (edhot)

Warga Limbangan mengeluhkan jalan gelap karena PJU belum menyala. Pemkab Kendal menargetkan seluruh wilayah terang pada 2027 melalui skema KPBU.

KENDAL, puskapik.com – Lampu jalan belum menyala di sejumlah wilayah Kecamatan Limbangan. Kondisi ini membuat warga harus lebih berhati-hati saat melintas pada malam hari.

Keluhan soal jalan gelap itu mencuat ketika Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari turun langsung dalam kegiatan BERSATU SIAGA (Bersih Desa Tampung Aspirasi Warga) di Kecamatan Limbangan.

Warga menyampaikan kebutuhan Penerangan Jalan Umum (PJU) karena sejumlah ruas jalan dinilai masih minim penerangan. Selain mengganggu kenyamanan perjalanan, kondisi gelap juga dianggap meningkatkan risiko kecelakaan dan tindak kriminalitas.

Baca Juga: Tujuh Tokoh Jawa Tengah Diajukan Calon Pahlawan Nasional

Keluhan tersebut menjadi perhatian karena Pemkab Kendal sebelumnya menargetkan seluruh wilayah kabupaten terbebas dari kawasan gelap pada 2027.

Menjawab aspirasi warga, Bupati Tika menyebut Pemkab Kendal sedang menyiapkan kerja sama pemerintah dengan badan usaha atau KPBU untuk mempercepat pemenuhan PJU.

“Untuk PJU, kami dari Pemerintah Kabupaten Kendal sedang proses KPBU, sehingga 2027 seluruh wilayah Kabupaten Kendal akan terang benderang,” ujar Tika.

Baca Juga: Pemprov Jateng Fasilitasi Diskusi Program "Pesantren Obah" dengan Perguruan Tinggi

Namun, target tersebut masih harus dibuktikan dengan pekerjaan nyata di lapangan. Pemkab Kendal belum merinci jumlah titik lampu yang diperlukan maupun wilayah yang saat ini belum mendapatkan pelayanan PJU.

Tahapan teknis dan pembiayaan melalui skema KPBU juga masih dalam proses. Karena itu, tantangan pemerintah bukan hanya menetapkan target, tetapi memastikan pembangunan PJU benar-benar berjalan hingga wilayah yang selama ini masih gelap.

Dalam forum tersebut, warga tidak hanya mengeluhkan penerangan jalan. Berbagai persoalan lain juga disampaikan kepada Bupati.

Di antaranya kebutuhan alat pengolahan sampah plastik, kepesertaan BPJS PBI yang tidak aktif, persoalan gaji guru paruh waktu, serta kebutuhan sarana pendidikan.

Bupati Tika mengatakan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat telah dicatat. Pemkab akan menindaklanjutinya sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.

Kegiatan BERSATU SIAGA juga tidak berhenti pada forum dialog. Bupati bersama jajaran Pemkab Kendal, pemerintah desa, mahasiswa dan masyarakat turun langsung melakukan aksi bersih-bersih di Desa Peron.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait