Jateng Masih Gratiskan PKB dan BBNKB Kendaraan Listrik

Rabu, 17 Juni 2026 | 18.41
puskapik

Pemprov Jateng masih membebaskan PKB dan BBNKB kendaraan listrik berbasis baterai Kebijakan ini mendukung transportasi ramah lingkungan dan energi berkelanjutan

SEMARANG, puskapik.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah masih membebaskan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Kendaraan Bermotor (BBNKB) kendaraan listrik berbasis baterai di wilayahnya.

“Kita masih menerapkan bebas BBNKB dan PKB kendaraan listrik," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno, di sela acara Grand Opening Dealer Resmi BYD Haka Auto Cabang Semarang pada Rabu, 17 Juni 2026.

Baca Juga: Kabar Baik! Pemprov dan DPRD Jateng Siapkan Regulasi Khusus Lindungi Pekerja Informal

Pernyataan ini sejalan dengan Keputusan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Nomor 100.3.3.1/161 Tahun 2026 Tentang Pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor Dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai, yang ditetapkan pada 29 Mei 2026.

Sumarno mengatakan, kendaraan listrik memiliki banyak nilai positif dalam upaya menjaga energi berkelanjutan (sustainable energy). Sebab, selain lebih efisien, juga ramah terhadap lingkungan.

Baca Juga: Badan Otorita Pastikan Giant Sea Wall di Pantura Jawa Terus Berlanjut

Sementara itu, Presiden Directur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao mengatakan, Jawa Tengah merupakan provinsi yang menjadi koridor ekonomi di seluruh Jawa. Jateng dinilai memainkan peran yang sangat penting dalam pembangunan masa depan Indonesia.

"Kami percaya bahwa provinsi ini juga dapat menjadi penggerak penting pengembangan kendaraan listrik di tahun-tahun mendatang," katanya.

Dikatakan dia, untuk mempertahankan momentum ini diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, industri, perusahaan infrastruktur, dan masyarakat setempat. Pihaknya mendukung transformasi melalui teknologi, investasi, dan kolaborasi.

"Kami bangga dapat melayani lebih banyak pelanggan dari Jawa Tengah. Ini untuk mewujudkan masa depan mobilitas yang lebih berkelanjutan dan inovatif," ujarnya. **

Artikel Terkait