Jateng Masuk Gerbong PLTS 100 GWp, Proyek Gajah Mungkur Mulai Dibangun

Jateng mulai masuk dalam pengembangan PLTS 100 GWp nasional melalui pembangunan PLTS Terapung Gajah Mungkur berkapasitas 134,2 MWp di Wonogiri.
WONOGIRI, puskapik.com - Jawa Tengah resmi menjadi bagian dari lompatan besar Indonesia menuju kemandirian energi.
Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Gajah Mungkur di Kabupaten Wonogiri senilai sekitar Rp 1,6 triliun dimulai.
Hal ini menjadi salah satu proyek strategis dalam program nasional pengembangan 100 GWp PLTS dalam tiga tahun.
Baca Juga: 14 Daerah Jateng Berstatus Awas Kekeringan, Wagub Taj Yasin Dorong Modifikasi Cuaca
PLTS yang dibangun di atas Waduk Gajah Mungkur itu memiliki kapasitas 100 MWac atau 134,2 MWp.
Pembangkit tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2027 dan diproyeksikan menghasilkan sekitar 218 GWh listrik per tahun.
Groundbreaking dilakukan serentak dengan peluncuran Program PLTS 100 GWp yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto dari Bali, Selasa (25/8/2026).
Baca Juga: Bantu Entas Kemiskinan, PKK Jateng dan Baznas Adakan Pelatihan Usaha Produktif
Di Wonogiri, seremoni dihadiri Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersama jajaran pemerintah daerah, PLN, pengelola sumber daya air, dan pengembang proyek.
“Hari ini kita melakukan groundbreaking terkait dengan PLTS. Di Jawa Tengah ini adalah salah satu PLTS yang terbesar di Wonogiri, dengan 134 megawatt peak,” kata Ahmad Luthfi.
Bagi Jawa Tengah, proyek tersebut bukan sekadar pembangunan pembangkit baru. PLTS Gajah Mungkur menjadi penanda pergeseran sumber energi dari bahan bakar fosil menuju energi bersih, sekaligus memperkuat pasokan listrik untuk kebutuhan industri, rumah tangga, dan aktivitas ekonomi di Jawa Tengah.
Luthfi menegaskan, pengembangan energi baru terbarukan akan menjadi salah satu prioritas pemerintah provinsi.
“Ke depan energi terbarukan menjadi prioritas kita dalam rangka pengganti energi fosil,” ujarnya.
Ketika beroperasi, PLTS Gajah Mungkur diperkirakan mampu menghasilkan listrik sekitar 218 GWh per tahun. Besaran produksi tersebut setara sekitar 37 persen kebutuhan listrik Kabupaten Wonogiri dalam setahun.
Namun, listrik yang dihasilkan tidak hanya akan dinikmati masyarakat Wonogiri.


