Jateng Mulai ke Era Transportasi Hijau, Taksi Listrik Mulai Mengaspal

Senin, 24 Agustus 2026 | 11.20
puskapik

Jawa Tengah mulai mengembangkan transportasi berbasis energi bersih melalui taksi dan travel listrik, digitalisasi terminal, serta integrasi Trans Jateng dengan Gojek.

SEMARANG, puskapik.com - Jawa Tengah mulai menggeser wajah transportasinya ke arah energi bersih. Sebanyak sekitar 10 taksi listrik kini mulai beroperasi, sementara penggunaan kendaraan listrik untuk layanan BRT masih dikaji sebagai bagian dari agenda besar transformasi transportasi di Jawa Tengah.

Langkah tersebut menandai dimulainya elektrifikasi angkutan umum di Jawa Tengah, yang ke depan tidak hanya menyasar taksi, tetapi juga travel hingga layanan Trans Jateng.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan, penggunaan kendaraan listrik merupakan bagian dari komitmen pemerintah provinsi mendorong energi terbarukan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Baca Juga: Jateng Bersholawat: Merawat Persatuan, Menguatkan Kemanusiaan

“Ini satu-satunya taksi listrik di Jawa Tengah yang sekarang akan kita kembangkan. Dan ini sudah beroperasi sekitar 10. Nanti ke depan kalau bisa hampir semua taksi di tempat kita beralih kepada energi terbarukan, yaitu taksi listrik,” kata Ahmad Luthfi seusai Grand Launching Transformasi Perhubungan Jawa Tengah 2026 di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Senin, 24 Agustus 2026.

Luthfi bahkan menjajal langsung taksi listrik tersebut dengan berkeliling di sekitar kompleks Kantor Dishub Jateng. Menurutnya, kendaraan listrik bukan sekadar menawarkan teknologi baru, tetapi juga memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman sekaligus membantu menekan polusi udara.

“Ini sangat nyaman sekali. Saya coba muter kantor (Dishub), argonya tinggal pencet, enggak ada suaranya, tidak polusi udara, dan menghemat energi fosil,” ujarnya.

Baca Juga: Transportasi Jateng Berbenah: Dari Taksi Listrik Hingga Layanan Pembayaran Nontunai

Luthfi menegaskan transformasi transportasi tidak boleh berhenti pada penggantian kendaraan berbahan bakar fosil menjadi kendaraan listrik. Perubahan harus diarahkan pada sistem transportasi yang lebih terintegrasi, efisien, ramah lingkungan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Karena itu, Pemprov Jateng juga mulai memanfaatkan panel surya di sejumlah gedung perkantoran sebagai bagian dari pengembangan energi terbarukan.

“Ke depan memang dunia mengharapkan agar energi terbarukan dan green economy menjadi prioritas kita. Jawa Tengah dalam rangka mendukung itu,” katanya.

Untuk BRT, Luthfi menyebut elektrifikasi masih dalam tahap kajian. Pemerintah tidak ingin sekadar mengikuti tren kendaraan listrik, tetapi memastikan teknologi yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi transportasi di Jawa Tengah.

“Masih kita kaji, ya. Kita kaji termasuk Trans, kemudian taksi, kemudian travel. Jadi dalam kajian dari Dinas Perhubungan agar nanti betul-betul kita kedepankan itu,” ujarnya.

Menurut Luthfi, ukuran keberhasilan transformasi perhubungan bukan semata-mata seberapa banyak aplikasi atau teknologi baru yang diluncurkan. Teknologi harus memberikan solusi nyata terhadap persoalan mobilitas masyarakat.

“Sebaik apa pun terobosan kreatif kita, selama kita tidak mempunyai sense bagaimana menyelesaikan permasalahan, itu nanti akan terbatas hanya aplikasi,” tegasnya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait