Kajekzi, Inovasi Sederhana dari Kendal yang Bawa Harapan Baru Penanganan Stunting

Inovasi KAJEKZI dari Puskesmas Ringinarum Kendal masuk Top 10 IDEA Jateng 2026. Program kader ojek gizi mendukung percepatan penurunan angka stunting.
KENDAL,puskapik.com – Berawal dari kebutuhan mendekatkan layanan gizi kepada masyarakat, sebuah inovasi kesehatan dari Kabupaten Kendal kini mendapat pengakuan di tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Program KAJEKZI (Kader Ojek Gizi) milik Puskesmas Ringinarum berhasil masuk jajaran Top 10 IDEA Jawa Tengah 2026 dan menjadi salah satu inovasi unggulan daerah.
KAJEKZI dinilai mampu menghadirkan solusi nyata dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan dan kader masyarakat.
Baca Juga: Kaltim Belajar ke Jateng Soal Tata Kelola Tambang
Program ini menggabungkan tiga pendekatan utama, yakni edukasi gizi, distribusi pemberian makanan tambahan (PMT), serta pendampingan berkelanjutan kepada sasaran.
Melalui peran kader, bantuan makanan tambahan tidak hanya sekadar diberikan, tetapi juga dipastikan tepat sasaran dan terus dipantau perkembangannya.
Kepala BAPPERIDA Kendal, Izzudin Latif, mengatakan capaian KAJEKZI dalam ajang IDEA Jawa Tengah 2026 menjadi bukti bahwa inovasi daerah mampu lahir dari persoalan yang dihadapi langsung oleh masyarakat.
Baca Juga: Investasi Mengalir ke Jateng, 49 Pengusaha Nasional Lirik Kawasan Industri Baru
“Di tengah kondisi efisiensi dan keterbatasan anggaran, kita dituntut mampu menghadirkan inovasi melalui kolaborasi. Yang terpenting inovasi tersebut memberikan dampak dan bisa diterapkan lebih luas,” ujar Izzudin.
Ajang IDEA Jawa Tengah 2026 yang digelar Badan Riset Daerah Provinsi Jawa Tengah mengusung tema “Inovasi Menuju Jawa Tengah Berkelanjutan”. Kompetisi ini menjadi ruang untuk mereplikasi praktik terbaik dari perangkat daerah maupun BUMD.
Dalam proses seleksi, inovasi Kendal harus bersaing dengan ratusan inovasi lain. Dari 142 inovasi peserta, KAJEKZI berhasil masuk Top 10 bersama inovasi unggulan dari sejumlah daerah seperti Blora, Kudus, Wonogiri, dan Kota Semarang.
Kabupaten Kendal sendiri mengirimkan enam inovasi, yaitu Job Connect Kendal Karir, Tekad Kita Bisa dari Dinas Kelautan dan Perikanan, Garuda Siap dari Disdukcapil, Prenatal Gentle Yoga dari Kecamatan Cepiring, serta KAJEKZI dari Puskesmas Ringinarum.
Mengubah Peran Kader Menjadi Penggerak Gizi Masyarakat
Kepala Puskesmas Ringinarum, dr. Ulia Huda, menjelaskan KAJEKZI lahir dari tantangan pelayanan kesehatan di lapangan, terutama dalam memastikan pemberian makanan tambahan benar-benar diterima oleh sasaran yang membutuhkan.


