Koperasi Unggas Sejahtera Gelar RAT 2025, Soroti Beratnya Tantangan Peternak di Kendal

Selasa, 31 Maret 2026 | 16.32 WIB
Suasana RAT tahun buku 2025 Koperasi Ternak Unggas Sejahtera di Patean. (edhot)
Suasana RAT tahun buku 2025 Koperasi Ternak Unggas Sejahtera di Patean. (edhot)

Koperasi Ternak Unggas Sejahtera gelar RAT 2025 di Kendal. Peternak soroti tantangan harga pakan, pasar, dan praktik usaha tak sehat di tengah potensi besar sektor unggas.

KENDAL, puskapik.com — Koperasi Ternak Unggas Sejahtera menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 pada Selasa (31/03/2026) di Gedung Olahraga Mlatiharjo, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal.

Kegiatan ini dihadiri oleh anggota koperasi, pengurus, serta stakeholder dari unsur pemerintah dan mitra usaha.

Dalam forum tersebut, kondisi peternak unggas, khususnya di Kabupaten Kendal, menjadi sorotan utama.

Di tengah potensi besar yang dimiliki, para peternak masih dihadapkan pada berbagai tantangan yang memengaruhi keberlangsungan usaha mereka.

Baca Juga: Pasangan Suami Istri Ditemukan Meninggal Dunia di Perumahan Griya Pedagangan Asri Tegal, Polisi Selidik Motif dan Sebab Kematian

Ketua Koperasi Ternak Unggas Sejahtera, Suwardi, menyampaikan bahwa koperasi saat ini memiliki 1.620 anggota peternak yang tersebar di sembilan kabupaten di Jawa Tengah, dengan total populasi ternak mencapai sekitar 17 juta ekor unggas.

“Potensi ini sangat besar, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlanjutan usaha peternakan,” ujarnya.

Meski memiliki kekuatan besar, Suwardi mengakui bahwa para peternak unggas di Kendal masih menghadapi situasi yang tidak stabil.

Baca Juga: Kejari Brebes Musnahkan Ribuan Butir Barang Bukti Obat Keras Ilegal

Fluktuasi harga pakan dan hasil ternak, ketergantungan pasar, hingga praktik usaha yang tidak sehat menjadi tantangan yang terus berulang.

Ia juga menyinggung adanya oknum yang memperkeruh kondisi industri, sehingga berdampak pada menurunnya kesejahteraan peternak, terutama skala kecil.

“Kondisi ini bukan hanya dipengaruhi pasar, tetapi juga adanya pihak-pihak yang membuat situasi semakin tidak kondusif,” tegasnya.

Meski demikian, koperasi tetap berkomitmen menjaga kemandirian dengan prinsip berdiri di atas kaki sendiri.

Hal ini dinilai penting agar koperasi memiliki keleluasaan dalam menjalin kerja sama tanpa bergantung pada pihak tertentu.

Sementara itu, Bupati Kendal, Diah Kartika Permana Sari, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi atas terselenggaranya RAT sebagai bentuk akuntabilitas pengurus kepada anggota.

Ia menyebut Koperasi Ternak Unggas Sejahtera sebagai salah satu koperasi besar di Indonesia yang memiliki peran strategis dalam mendukung sektor peternakan dan perekonomian daerah.

“Ini pencapaian yang membanggakan. Kami berharap koperasi ini terus berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan para anggotanya,” katanya.

Bupati juga menekankan pentingnya peran koperasi dalam menjaga ketahanan pangan, terutama di tengah kondisi peternak yang masih menghadapi berbagai tekanan.

“Ke depan, koperasi harus mampu menjadi penopang ketahanan pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional,” pungkasnya.

Kehadiran perwakilan Kementerian Koperasi dalam kegiatan ini turut menjadi sinyal dukungan pemerintah pusat terhadap penguatan koperasi, khususnya di sektor peternakan unggas.

Melalui RAT ini, diharapkan lahir langkah strategis untuk memperkuat posisi peternak unggas di Kendal agar lebih tangguh menghadapi dinamika industri yang kian kompleks.

Artikel Terkait