Lapas Plantungan Koordinasikan Penilaian Aset Negara ke KPKNL Pekalongan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20.25 WIB
Pejabat Lapas Plantungan saat berkordinasi dengan KPKNL Pekalongan
Pejabat Lapas Plantungan saat berkordinasi dengan KPKNL Pekalongan (edhot)

Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan Kendal koordinasi dengan KPKNL Pekalongan untuk penilaian nilai taksiran gedung demi optimalkan tata kelola BMN.

KENDAL, puskapik.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIB Plantungan, Kabupaten Kendal, berupaya meningkatkan ketertiban administrasi dan akurasi data aset negara melalui koordinasi dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pekalongan, Kamis 29 oktober 2026.

Koordinasi tersebut difokuskan pada pembahasan penilaian nilai taksiran gedung dan bangunan di lingkungan Lapas Pemuda Plantungan. Langkah ini diperlukan untuk memastikan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) berjalan tertib, terukur, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kepala Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan, Suharno, hadir langsung dalam kegiatan tersebut dengan didampingi Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU) beserta staf. Rombongan diterima Kepala KPKNL Pekalongan Yoni Ardianto, Kepala Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara Muhammad Arifianto beserta staf, termasuk Agung Purnama, serta Penilai Ahli Pertama Desi Candra Kurniawati.

Baca Juga: Kisah Tulang Bawang dari Darupono Kendal Dibawa ke Panggung Nasional di TMII

Penilaian gedung dan bangunan menjadi bagian penting dalam upaya memperoleh informasi nilai aset yang akurat. Data tersebut diharapkan dapat mendukung tertib administrasi sekaligus menjadi dasar dalam menentukan kebijakan pengelolaan aset negara.

Suharno menegaskan, pengelolaan BMN merupakan bagian dari tanggung jawab institusi yang harus dilaksanakan secara profesional dan akuntabel. Karena itu, koordinasi dengan KPKNL diperlukan untuk mendukung proses penilaian sekaligus meningkatkan kualitas data aset yang dimiliki lembaga.

“Koordinasi ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung pengelolaan Barang Milik Negara yang tertib administrasi, transparan, dan akuntabel. Kami berharap sinergi dengan KPKNL Pekalongan dapat terus terjalin dengan baik demi mewujudkan tata kelola aset negara yang semakin optimal,” ujar Suharno.

Selain membahas penilaian nilai taksiran bangunan, pertemuan tersebut juga menjadi sarana memperkuat komunikasi dan sinergi antarlembaga dalam pengelolaan kekayaan negara.

Melalui koordinasi ini, Lapas Pemuda Plantungan berupaya meningkatkan kualitas tata kelola organisasi, termasuk dalam pengelolaan sarana, prasarana, dan aset negara. Upaya tersebut menjadi bagian dari penerapan prinsip pemerintahan yang baik melalui administrasi yang tertib, transparan, dan bertanggung jawab.***

Artikel Terkait