Logam dari Tubuh Bocah Korban Dugaan Peluru Nyasar di Kaliwungu Kendal Berhasil Diangkat, Polisi Telusuri Sumbernya

Benda logam yang bersarang di tubuh bocah korban dugaan peluru nyasar di pasar malam Kaliwungu, Kendal, berhasil diangkat. Polisi masih menyelidiki asal benda tersebut.
KENDAL, puskapik.com – Benda logam yang bersarang di tubuh Muhammad Tifal Adi Irwansyah (11), bocah yang diduga menjadi korban peluru nyasar saat bermain di pasar malam kawasan Mako Brimob Kaliwungu, Kabupaten Kendal, berhasil diangkat melalui tindakan medis.
Meski demikian, asal benda tersebut masih menjadi teka-teki dan kini tengah dianalisis untuk memastikan sumbernya.
Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy mengatakan, benda yang diangkat dari tubuh korban merupakan logam tumpul berwarna perak (silver).
Baca Juga: Polres Tegal Tangkap Komplotan Spesialis Pencuri Kabel Optik BTS di Kawasan Wisata Guci
Benda tersebut menempel di bagian tulang iga atau tulang kosta, tetapi tidak mengenai organ vital.
"Alhamdulillah, pengangkatan berjalan lancar. Kondisi anak saat ini dalam keadaan sadar dan bisa diajak berkomunikasi dengan baik," kata Ratna saat memberikan keterangan di Mapolres Kendal, Kamis 5 November 2026).
Menurutnya, benda logam tersebut belum dapat dipastikan berasal dari jenis senjata atau alat tertentu. Polisi telah menyerahkan benda itu kepada tim Pidlabfor untuk menjalani analisis lebih lanjut.
Baca Juga: Taj Yasin Siapkan Rorak untuk Pulihkan Ekologi Gunung Muria
"Kami belum bisa memastikan dari jenis alat apa benda tersebut berasal. Saat ini masih menunggu hasil analisis dari Pidlabfor," jelasnya.
Di sisi lain, polisi terus mendalami peristiwa yang menimpa bocah warga Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, tersebut. Sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian mulai dimintai keterangan.
Pemeriksaan juga menyasar teman-teman korban yang saat kejadian berada bersamanya.
Mereka diketahui mendampingi korban menuju pos penjagaan untuk menemui petugas, kemudian turut menemani hingga korban dibawa ke rumah sakit.
Dari pemeriksaan sementara, polisi belum menemukan saksi yang mengaku mendengar suara letusan pada malam kejadian.
Ratna menjelaskan, kondisi lokasi saat itu cukup ramai karena sedang berlangsung pasar malam atau hiburan rakyat.
Suara musik dan aktivitas pengunjung membuat suasana di sekitar lokasi bising.
Selain memeriksa saksi, polisi juga menelusuri kemungkinan adanya rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi untuk membantu mengungkap kronologi kejadian.
"Siapa pun pada malam itu bisa masuk ke lokasi. Suasananya juga ramai dengan musik. Karena itu, kami masih mencari saksi-saksi yang berada di sana, termasuk petugas jaga, serta mencari CCTV di sekitar lokasi untuk kami analisis," ungkapnya.
Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik terhadap benda logam tersebut untuk memastikan karakteristik dan kemungkinan asalnya.
Hasil analisis itu diharapkan dapat menjadi petunjuk penting dalam mengungkap bagaimana benda tersebut bisa mengenai korban saat sedang bermain di pasar malam.
Hingga kini, penyelidikan masih terus berjalan untuk memastikan penyebab dan pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. **



