Mahasiswa Diajak Jadi Penggerak Kolaborasi Pembangunan di Jawa Tengah

Sabtu, 18 April 2026 | 07.45
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi.
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi.

Gubernur Jateng ajak mahasiswa jadi penggerak perubahan melalui kolaborasi pembangunan. PMII diminta terlibat langsung dalam isu-isu sosial dan kemasyarakatan.

SEMARANG, puskapik.com - Mahasiswa diminta berperan sebagai penggerak perubahan di Jawa Tengah. Tantangan pembangunan daerah semakin kompleks dan tidak bisa diselesaikan secara parsial. Butuh seluruh elemen, termasuk mahasiswa, untuk terlibat dalam pola collaborative government.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat menghadiri halal bihalal dan tasyakuran Hari Lahir ke-66 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (17/4/2026).

Baca Juga: Minimarket di Pantura Brebes Dibobol Pencuri, Kerugian Puluhan Juta

Di hadapan ratusan kader dan alumni PMII, Ahmad Luthfi menekankan bahwa pergerakan mahasiswa harus hadir langsung di tengah masyarakat, bukan sekadar mengikuti dinamika dari kejauhan.

“Jangan hanya menonton suatu perubahan, tetapi kita harus mengubah yang ada di Provinsi Jawa Tengah di pundak kita sekalian,” ujarnya.

Baca Juga: Diusulkan DPAC, Kundhi Jadi Kandidat Ketua DPC PKB Pemalang

Ahmad Luthfi yang juga alumni PMII itu menilai, tantangan pembangunan daerah semakin kompleks dan tidak bisa diselesaikan secara parsial. Ia mendorong seluruh elemen, termasuk mahasiswa, untuk terlibat dalam pola collaborative government.

“Kita harus membentuk super team. Pemerintah, akademisi, mahasiswa, hingga masyarakat harus bergerak bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi memaparkan capaian penurunan angka kemiskinan di Jawa Tengah dari 9,58 persen menjadi 9,39 persen. Ia menegaskan, capaian itu merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor.

“Ini tidak bisa dilakukan satu institusi. Harus kita keroyok bersama-sama,” ujarnya.

Halaman 1 dari 3

Artikel Terkait