Prabowo Resmikan Revitalisasi Stasiun Tawang, Heritage Jateng Kini Lebih Modern dan Tangguh

Jumat, 31 Juli 2026 | 08.44
puskapik

Presiden Prabowo meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang. Ikon heritage Jawa Tengah kini tampil lebih modern, nyaman, sekaligus lebih tangguh menghadapi banjir rob.

SEMARANG, puskapik.com - Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Kamis (30/7/2026), sebagai tonggak pelestarian warisan sejarah sekaligus penguatan layanan transportasi publik.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang mendampingi Presiden menegaskan, pemugaran stasiun bersejarah tersebut bukan sekadar mempercantik bangunan, tetapi memastikan ikon kebanggaan Jawa Tengah tetap lestari, modern, dan lebih tangguh menghadapi banjir rob.

Baca Juga: Karang Taruna dan Warga Cempaka Tegal Gotong Royong Revitalisasi Lapangan Sepak Bola

Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Presiden Prabowo bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin.

Usai peresmian, Ahmad Luthfi mengatakan, Stasiun Semarang Tawang memiliki nilai strategis yang melampaui fungsi sebagai simpul transportasi. Bangunan tersebut merupakan warisan budaya yang menjadi bagian dari identitas Jawa Tengah.

Baca Juga: Kabupaten Batang Dapat Kuota Bedah Rumah 1.000 Unit dari Kementerian PKP

“Stasiun Tawang ini adalah heritage, di samping tempat transportasi kereta api. Karena itu harus kita jaga dan lestarikan,” kata Luthfi.

Presiden Prabowo menegaskan, revitalisasi stasiun-stasiun bersejarah merupakan bagian dari transformasi nasional yang mengedepankan kemajuan tanpa meninggalkan jejak sejarah bangsa.

“Ini juga bagian dari wisata sejarah, tapi yang paling penting, ini bagian kita sebagai sebuah bangsa untuk semua bidang kita lakukan transformasi. Indonesia harus indah, Indonesia harus asri,” ujar Presiden.

Prabowo juga memberikan apresiasi kepada PT KAI yang dinilai mampu menyelesaikan revitalisasi dengan tetap mempertahankan karakter asli bangunan. Menurutnya, pembangunan modern harus berjalan beriringan dengan pelestarian cagar budaya.

Revitalisasi tahap pertama Stasiun Semarang Tawang dilaksanakan selama 240 hari, mulai 5 Mei hingga 30 Desember 2025.

Pekerjaan meliputi penataan ruang tunggu luxury, ruang VIP, aula utama, selasar, serta peningkatan sistem drainase untuk mengurangi risiko genangan dan banjir rob yang selama ini menjadi tantangan kawasan tersebut.

Selain itu, fasad bangunan dikembalikan mendekati rancangan aslinya melalui proses konservasi yang melibatkan tim ahli cagar budaya, sehingga setiap tahapan pemugaran tetap memenuhi kaidah pelestarian bangunan bersejarah.

Stasiun Semarang Tawang merupakan salah satu ikon perkeretaapian Indonesia. Dibangun oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) pada 1911 dan mulai beroperasi pada 1914, stasiun rancangan arsitek Belanda Sloth-Blauwboer itu kini berstatus sebagai bangunan cagar budaya.

Dengan revitalisasi tersebut, Stasiun Semarang Tawang diharapkan tidak hanya menghadirkan kenyamanan bagi pengguna kereta api, tetapi juga memperkuat daya tarik wisata sejarah Kota Semarang, sekaligus menjadi simbol keberhasilan memadukan pelestarian warisan budaya dengan pembangunan infrastruktur modern.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait