Kabupaten Batang Dapat Kuota Bedah Rumah 1.000 Unit dari Kementerian PKP

Kamis, 30 Juli 2026 | 21.11
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait memberikan sambutan saat peresmian akad massal 62.710 KPR Bersubsidi dan KUR Perumahan di Perumahan Puri Delta City Side, Siwatu, Wonotunggal,Batang

Menteri PKP Maruarar Sirait memastikan pemerintah terus meningkatkan cakupan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Batang sampai 1.000 unit

BATANG, puskapik.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan pemerintah terus meningkatkan cakupan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah.

Itu sebagai upaya mempercepat pengentasan rumah tidak layak huni di berbagai daerah.

"Pemerintah meningkatkan jumlah bantuan BSPS di sejumlah daerah berdasarkan kebutuhan dan kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan program. Tahun lalu di Batang belum mendapatkan alokasi. Tahun ini kami tingkatkan menjadi 1.000 unit setelah melihat kebutuhan di lapangan dan kesiapan pemerintah daerah,"kata Maruarar saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto saat peresmian akad massal 62.710 Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bersubsidi dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan di Perumahan Puri Delta City Side,Desa Siwatu, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Kamis 30 Juli 2025.

Baca Juga: AKBP Muhammad Ali Akbar Resmi Jabat Kapolres Brebes

Maruarar menuturkan, peningkatan alokasi BSPS juga di Kabupaten Brebes, yang naik dari 20 unit pada 2025 menjadi 1.500 unit pada 2026.

Peningkatan jumlah bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk mempercepat perbaikan rumah tidak layak huni sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Selain memperluas program BSPS, Kementerian PKP juga terus mengembangkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan sebagai salah satu instrumen pembiayaan guna memperkuat sektor perumahan nasional.

Tertinggi di Indonesia

Dikatakan Maruarar, Provinsi Jawa Tengah saat ini menjadi daerah dengan penyaluran KUR Perumahan tertinggi di Indonesia.

Capaian tersebut dinilai sebagai hasil sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, dan masyarakat.

"Kami mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk perbankan, yang telah membantu memperluas akses pembiayaan sektor perumahan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak masyarakat,” ungkapnya.

Maruarar mengajak seluruh kepala daerah untuk terus mendukung berbagai program prioritas di bidang perumahan, mulai dari pembangunan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah, pembangunan rumah susun, penataan kawasan kumuh, hingga pengembangan skema pembiayaan perumahan yang semakin mudah diakses masyarakat

Bupati Batang M Faiz Kurniawan menyampaikan, apresiasi atas perhatian Pemerintah pusat terhadap kebutuhan perumahan di Kabupaten Batang.

“Terima kasih kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, atas alokasi 1.000 unit Program BSPS untuk Kabupaten Batang pada tahun ini. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan rumah layak huni,” ujar dia.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait