Mainan Ditemukan di Bantaran Sungai, Bocah 5 Tahun di Weleri Meninggal Diduga Tenggelam

Selasa, 28 Juli 2026 | 16.56
Jenasah korban yang ditemukan di sungai Pawiro dibawa ke rumah duka. dokumen
Jenasah korban yang ditemukan di sungai Pawiro dibawa ke rumah duka. dokumen

Bocah berusia lima tahun di Weleri, Kendal, ditemukan meninggal diduga tenggelam di Sungai Pawiro setelah sempat hilang. Mainan korban ditemukan di bantaran sungai.

KENDAL, puskapik.com – Duka menyelimuti sebuah keluarga di Kabupaten Kendal. Seorang bocah laki-laki berusia lima tahun ditemukan meninggal dunia diduga akibat tenggelam di Sungai Pawiro, Dusun Sala'an, Desa Sambongsari, Kecamatan Weleri, Selasa (28/7/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Ahmad Fredi (5), warga Dukuh Malanggaten, Desa Penjalin, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal.

Korban ditemukan dalam kondisi mengapung di sungai setelah sebelumnya dilaporkan hilang saat bermain di sekitar rumah neneknya.

Baca Juga: Terungkap! Pembunuh Pria yang Ditimbun Lumpur di Sawah Pekalongan Ditangkap 3 Jam, Motif Sakit Hati karena Sering Disuruh

Pelaksana Tugas Kasi Humas Polres Kendal, Iptu Deni Herawan, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, korban selesai dimandikan oleh neneknya, Wahyuni. Rumah nenek korban berada tidak jauh dari aliran Sungai Pawiro.

Seusai dimandikan, korban bermain di sekitar rumah. Namun, saat sang nenek memanggil untuk memastikan keberadaannya, korban tidak memberikan jawaban.

"Nenek korban kemudian berusaha mencari di sekitar rumah. Saat pencarian dilakukan, ditemukan mainan milik korban berada di bantaran Sungai Pawiro," ujar Iptu Deni Herawan.

Baca Juga: Perangkat Desa Kalipancur Pekalongan Ditemukan Meninggal di Area Persawahan, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Menyadari cucunya tidak berada di sekitar rumah, pihak keluarga segera meminta bantuan perangkat desa dan melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Weleri.

Petugas dari BPBD Kabupaten Kendal dan Damkar Weleri pun diterjunkan untuk melakukan pencarian.

Tidak membutuhkan waktu lama, tim BPBD Kabupaten Kendal menemukan korban dalam kondisi mengapung di Sungai Pawiro.

Korban dinyatakan telah meninggal dunia saat ditemukan.

Hasil pemeriksaan tim kesehatan dari Puskesmas Weleri II menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, pihak keluarga menerima dan mengikhlaskan kepergian korban sebagai sebuah musibah.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama yang tinggal maupun bermain di lingkungan yang berdekatan dengan sungai dan perairan terbuka guna mencegah terjadinya kejadian serupa. **

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait