Malam Takbiran di Jateng Kondusif, 55 Titik Aman Nyaris Tanpa Insiden

Malam takbiran Idulfitri 1447 H di Jawa Tengah berlangsung aman dan tertib. Sebanyak 55 titik kegiatan terpantau kondusif, nyaris tanpa insiden.
SEMARANG, puskapik.com - Perayaan malam takbiran Idulfitri 1447 Hijriah di Jawa Tengah berlangsung aman dan tertib. Hingga Jumat (20/3/2026) pukul 21.00, tidak ada kejadian menonjol di 55 titik kegiatan yang tersebar di seluruh wilayah. Ribuan personel gabungan diterjunkan untuk melakukan pengamanan ketat agar Lebaran berjalan aman.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan pemantauan langsung situasi malam takbiran dari Pos Terpadu Pelayanan Perayaan Idulfitri 1447 H Polrestabes Semarang di kawasan Simpanglima.
Baca Juga: Dentuman Sound Horeg hingga Ogoh-Ogoh Ramaikan Malam Takbiran di Kalirejo Kendal
Pemantauan tersebut turut dihadiri Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, Sekda Jateng Sumarno, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, serta perwakilan instansi terkait lainnya. Selain itu, dilakukan pula video conference dengan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Wibowo menyampaikan, secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jawa Tengah selama malam takbiran terpantau kondusif.
“Pantauan malam takbiran cukup aman dan tertib, meskipun sempat terjadi hujan rintik di Kota Semarang. Kami berharap cuaca cerah dan pelaksanaan salat Idulfitri besok berjalan khusyuk,” ujarnya.
Ia menambahkan, selama arus mudik hingga malam takbiran, tidak terdapat kejadian menonjol. Hanya terdapat satu kasus petasan di Semarang yang telah ditangani, serta satu kecelakaan di ruas Tol Pemalang. Menurutnya, kondisi kondusif ini tidak lepas dari kesiapsiagaan 11.800 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, instansi pemerintah, hingga organisasi kemasyarakatan.
Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi dalam laporannya kepada Kapolri menyampaikan bahwa aktivitas masyarakat pada malam takbiran tetap terkendali, termasuk kegiatan takbir keliling yang diperbolehkan dengan koordinasi bersama aparat keamanan.
“Kami laporkan, situasi di Jawa Tengah aman. Di Simpanglima sendiri tidak terlalu ramai. Kegiatan takbir keliling tetap diperbolehkan dengan pengaturan dan koordinasi,” katanya.
Ahmad Luthfi juga mengungkapkan, berdasarkan data sementara hingga 20 Maret 2026, jumlah kendaraan yang masuk ke Jawa Tengah mencapai sekitar 1,37 juta unit, sedangkan kendaraan keluar tercatat sekitar 750 ribu unit.


