Dentuman Sound Horeg hingga Ogoh-Ogoh Ramaikan Malam Takbiran di Kalirejo Kendal

Sabtu, 21 Maret 2026 | 00.42
Malam takbiran di Kendal
Malam takbiran di Kendal

Malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah di Desa Kalirejo, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, berlangsung meriah. Sejumlah patung ogoh-ogoh diarak keliling desa, diiringi sound system berukuran besar atau yang dikenal dengan sound horeg

KENDAL, puskapik.com – Malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah di Desa Kalirejo, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, berlangsung meriah.

Sejumlah patung ogoh-ogoh diarak keliling desa, diiringi sound system berukuran besar atau yang dikenal dengan sound horeg, Jumat malam (20/3/2026).

Arak-arakan tersebut menjadi pusat perhatian warga. Truk-truk pengangkut sound system berukuran besar dengan tata lampu warna-warni tampak berjejer mengelilingi desa.

Baca Juga: Cerita Pemudik Terpaksa Jalan Kaki dari Cengkareng Akibat Gaji Dibawa Kabur Mandor, Sampai di Brebes Ditolong Polisi

Dari atas kendaraan, gema takbir berkumandang, menciptakan suasana religius sekaligus meriah.

Selain itu, para remaja masjid dan musala turut berpartisipasi dengan menampilkan berbagai miniatur dan ogoh-ogoh hasil kreasi mereka. Sedikitnya 14 miniatur ditampilkan dalam pawai takbiran tahun ini.

Miniatur tersebut dihiasi lampu warna-warni yang semakin menambah semarak suasana malam takbiran di Kalirejo dalam menyambut Idul Fitri.

Kepala Desa Kalirejo, Teguh Sumaryanto, mengatakan kegiatan takbiran diikuti 14 kelompok remaja masjid dan musala. Ia menyebut antusiasme warga sangat tinggi dalam menyukseskan acara tersebut.

Baca Juga: Rebutan Jaburan Ramaikan Kirab Obor Mangkunegaran Sambut Hari Raya Idulfitri

“Warga sangat antusias, bahkan rela mengeluarkan biaya hingga puluhan juta rupiah secara swadaya untuk menghadirkan sound system besar,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kendal, Muhammad Makmun, menilai penggunaan sound berukuran besar mampu membangkitkan semangat warga dalam mengumandangkan takbir.

Menurutnya, tradisi “Kalirejo Horeg Bertakbir” merupakan bentuk rasa syukur masyarakat atas keamanan dan kebersamaan yang terjalin selama ini.

“Ini sudah menjadi tradisi turun-temurun dan menjadi bentuk suka cita masyarakat dalam menyambut hari kemenangan setelah sebulan berpuasa,” katanya.

Kemeriahan takbiran ini juga menarik ribuan warga dari berbagai daerah sekitar. Mereka memadati jalan desa untuk menyaksikan kirab ogoh-ogoh dan iringan sound horeg.

Baca Juga: Bupati Tegal Dijadwalkan Salat Id di Masjid Agung Slawi, Kepala Kemenag Jadi Khatib dan Imam

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait