Ahmad Luthfi Raih Top Regional Leader 2026, UMKM dan Ekraf Jateng Diakui Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat

Kamis, 11 Juni 2026 | 18.50
puskapik

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meraih Top Regional Leader 2026 berkat keberhasilan memperkuat UMKM dan ekonomi kreatif sebagai penggerak ekonomi rakyat.

JAKARTA, puskapik.com - Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif berbuah pengakuan nasional.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menerima penghargaan Top Regional Leader 2026 setelah Jawa Tengah dinilai berhasil menjadi penggerak UMKM dan ekonomi kreatif yang menopang ekonomi masyarakat hingga tingkat desa.

Penghargaan tersebut diberikan Disway National Network dalam ajang Leadership Forum yang digelar di Hotel JW Marriott, Jakarta, Kamis (11/6/2026). Penghargaan diserahkan langsung oleh Founder Disway National Network, Dahlan Iskan.

Baca Juga: Komisi II DPRD Batang Minta TPI Klidang Lor Dipasang CCTV

Usai menerima penghargaan, Ahmad Luthfi mengatakan, capaian tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus menghadirkan berbagai terobosan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama di tengah tantangan dan keterbatasan fiskal.

“Ini menjadi inspirasi bagi seluruh kepala daerah untuk lebih kreatif menciptakan terobosan di tengah tekanan dan keterbatasan fiskal,” kata Luthfi.

Menurutnya, penghargaan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan bagi pemerintah provinsi, tetapi juga bagi pemerintah kabupaten/kota serta jutaan pelaku UMKM yang selama ini menjadi penggerak ekonomi daerah.

Baca Juga: DPP PKB Tetapkan Abdul Aziz Jadi Ketua DPC PKB Kabupaten Tegal

Saat ini, jumlah UMKM di Jawa Tengah mencapai sekitar 4,2 juta unit usaha. Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah pada triwulan I 2026, sebanyak 199.781 UMKM telah mendapatkan pembinaan. Jumlah tersebut meningkat 1.001 unit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari total UMKM binaan tersebut, sebanyak 81.595 unit bergerak di sektor produksi, 28.586 unit di bidang pertanian, 67.595 unit di sektor perdagangan, dan 22.005 unit di bidang jasa. Keberadaan UMKM tersebut mampu menyerap sekitar 1,38 juta tenaga kerja.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat sektor UMKM melalui berbagai program, mulai dari kemudahan akses permodalan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendampingan usaha, bantuan legalitas usaha, hingga perluasan akses pasar dan digitalisasi pemasaran.

Selain itu, pemanfaatan portal satu data Dinas Koperasi dan UKM serta sistem Silap CSR dilakukan untuk memastikan penyaluran bantuan, kemitraan, dan penerima manfaat dapat dipantau secara transparan dan berkala.

Di sektor pembiayaan, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Tengah telah mencapai Rp361,36 triliun kepada 10,31 juta debitur.

Tak hanya UMKM, pengembangan ekonomi kreatif juga menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Saat ini, Jawa Tengah telah memiliki 14 Kabupaten/Kota Kreatif (KaTa Kreatif) yang ditetapkan pemerintah pusat.

Beberapa daerah yang menonjol di antaranya Kabupaten Grobogan dengan subsektor kuliner, Kabupaten Pati dengan seni pertunjukan, Kabupaten Cilacap dengan animasi, film, dan video.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait