Dihadapkan Tantangan Besar, UMKABA Cetak SDM Unggul di Tengah Pesatnya Industri Kendal-Batang

Selasa, 11 Agustus 2026 | 13.49
Prof. Anton Agus Setyawan  dlantik menjadi rektor UMKABA. (edhot)
Prof. Anton Agus Setyawan dlantik menjadi rektor UMKABA. (edhot)

Prof. Anton Agus Setyawan resmi dilantik sebagai Rektor UMKABA 2026–2030. Ia berkomitmen menjadikan UMKABA sebagai kampus pencetak pemimpin inovatif.

KENDAL, puskapik.com – Universitas Muhammadiyah Kendal Batang (UMKABA) memasuki babak baru kepemimpinan. Prof. Anton Agus Setyawan resmi dilantik sebagai Rektor UMKABA periode 2026–2030, menggantikan Dr. Sri Rejeki yang telah menyelesaikan masa jabatan 2022–2026.

Prosesi pelantikan yang berlangsung di Kampus UMKABA, Selasa (11/8/2026), dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Bambang Setiadi.

Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy, jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal, sivitas akademika, serta para tamu undangan.

Baca Juga: Mangrove Pekalongan Didorong Jadi Pilot Project Pantura, Pemerintah Pusat Targetkan Program NEK Mulai September

Dalam pidato perdananya sebagai rektor, Prof. Anton menegaskan komitmennya membawa UMKABA menjadi leadership university, yakni perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kompetensi akademik, tetapi juga mampu melahirkan pemimpin yang inovatif dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Menurutnya, fondasi pengembangan UMKABA telah dibangun dengan baik oleh kepemimpinan sebelumnya. Salah satu capaian yang menjadi perhatian adalah meningkatnya kualitas sumber daya dosen, khususnya di Fakultas Ilmu Kesehatan.

"Kalau saya bandingkan dengan data tahun 2023, perkembangannya sangat signifikan. Dari sisi jabatan fungsional dosen, khususnya di Fakultas Ilmu Kesehatan, sekarang hampir semuanya sudah memiliki jabatan fungsional, bahkan sudah ada yang mencapai jenjang lektor," ujar Prof. Anton.

Baca Juga: Mahasiswa KKN Ditemukan Meninggal di Kamar Posko KKN di Doro Pekalongan

Ia menilai capaian tersebut merupakan modal penting yang harus terus dikembangkan. Ke depan, UMKABA akan memperkuat tata kelola perguruan tinggi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkokoh nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) sebagai identitas kampus.

Prof. Anton juga menekankan bahwa dunia pendidikan tinggi kini dituntut mampu mengikuti perubahan kebutuhan industri. Pendekatan pembelajaran tidak lagi bersifat tunggal, melainkan mengarah pada kolaborasi lintas disiplin ilmu yang sejalan dengan perkembangan ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy).

"Perguruan tinggi bukan hanya mencetak orang yang kompeten, tetapi juga harus mencetak leader. Mereka adalah orang-orang yang berani melakukan inovasi dan terobosan," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Bambang Setiadi, meminta kepemimpinan baru UMKABA mampu membaca peluang besar yang dimiliki kawasan Kendal dan Batang sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri nasional.

Menurutnya, perkembangan investasi di dua wilayah tersebut harus menjadi pijakan dalam menyusun arah pengembangan akademik maupun riset, sehingga lulusan UMKABA memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

"Kendal dan Batang merupakan kawasan industri. Karena itu, pengembangan UMKABA harus menyesuaikan dengan karakter kawasan tersebut," katanya.

Prof. Bambang optimistis UMKABA memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi perguruan tinggi unggul apabila mampu menjaga kualitas pendidikan, memperkuat inovasi, serta cepat beradaptasi dengan dinamika pendidikan tinggi yang terus berubah.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait