Mengenang Sri Murtono, Kendal Gelar Festival Teater Pelajar Berbasis Pembinaan

Pelataran Sastra Kaliwungu membuka Festival Teater Pelajar Piala Sri Murtono lewat lokakarya penulisan naskah dan keaktoran untuk membina generasi baru teater.
KENDAL, puskapik.com – Upaya melahirkan generasi baru pelaku seni teater di Kabupaten Kendal mulai digerakkan.
Pelataran Sastra Kaliwungu (PSK) resmi membuka rangkaian Festival Teater Pelajar – Piala Sri Murtono melalui kegiatan Malakah Sastra, sebuah lokakarya penulisan naskah lakon dan keaktoran yang digelar di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kendal.
Kegiatan tersebut menjadi tahap awal pembinaan bagi para pelajar dan pegiat seni yang ingin mendalami dunia teater.
Selama lima jam, peserta tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik menulis naskah dan teknik dasar keaktoran bersama para praktisi berpengalaman.
Baca Juga: AKBP Hendry Pamit, AKBP Ratna Siap Lanjutkan Program dan Perkuat Sinergi di Kendal
Lokakarya menghadirkan aktor, sutradara, sekaligus penulis naskah Daniel Exaudi Gultom atau yang akrab disapa Daniel Godan, serta seniman teater asal Kendal Akhmad Sofyan Hadi.
Keduanya membagikan pengalaman mengenai proses kreatif, mulai dari merancang cerita hingga membangun karakter di atas panggung.
Ketua Panitia Festival Teater Pelajar – Piala Sri Murtono, M. Lukluk Atsmara Anjaina, menjelaskan bahwa festival tahun ini dirancang tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, melainkan proses pembinaan yang berkelanjutan.
Baca Juga: Dulu Dianggap Tak Bernilai, Dendeng Tembakau Kini Jadi Tambahan Cuan Petani Kendal
Menurutnya, festival dibagi dalam tiga tahapan. Tahap pertama adalah capacity building melalui Malakah Sastra, kemudian dilanjutkan proses kurasi karya, dan diakhiri dengan apresiasi melalui pementasan para finalis.
"Peserta tidak hanya kami ajak berkompetisi, tetapi terlebih dahulu dibekali pengetahuan dan pengalaman bersama para praktisi agar kualitas karya yang dihasilkan semakin baik," jelas Lukluk.
Pada tahap kurasi, kelompok teater pelajar dari seluruh Jawa Tengah akan diminta mengirimkan video pementasan yang mengadaptasi karya-karya tokoh teater asal Kendal, Sri Murtono. Dari proses tersebut akan dipilih lima kelompok terbaik untuk tampil pada malam puncak festival.
Selain penampilan lima finalis, panitia juga akan menghadirkan satu pertunjukan dari komunitas teater lokal Kendal yang terbentuk melalui hasil proses lokakarya.
Bagi Daniel Exaudi Gultom, penyelenggaraan festival semacam ini menjadi angin segar bagi perkembangan seni pertunjukan di Kendal. Ia melihat potensi besar yang dimiliki para pelajar maupun komunitas teater lokal untuk terus berkembang.
"Ini kegiatan yang keren. Saya melihat banyak sekali potensi teater di Kendal yang bisa dikembangkan. Kegiatan seperti ini penting karena menjadi ruang untuk bertemu, belajar, dan saling berbagi pengalaman," ujarnya.


