Mudik Tanpa Beban: Kisah Buruh Harian dan ART yang Terbantu Program Mudik Gratis Jateng

Program Mudik Gratis Pemprov Jateng bantu perantau hemat biaya pulang kampung. Ribuan pekerja informal berangkat dari Jakarta menuju 35 daerah di Jawa Tengah.
SEMARANG, puskapik.com - Bagi sebagian perantau di Jakarta, ongkos mudik menjelang Lebaran sering menjadi beban besar. Namun program Mudik Gratis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengubah kegelisahan itu menjadi rasa lega. Dari buruh gudang hingga asisten rumah tangga, ribuan pekerja informal kini bisa pulang kampung tanpa memikirkan mahalnya biaya perjalanan.
Senyum Samino tampak lebar di halaman Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (16/3/2026). Di antara ratusan calon pemudik lain, buruh gudang harian itu bersiap menaiki bus yang akan membawanya pulang ke kampung halaman di Banyumas.
Bagi Samino, perjalanan pulang tahun ini terasa berbeda. Ia tidak lagi dibayangi kekhawatiran soal ongkos transportasi yang setiap tahun melonjak menjelang Lebaran.
Baca Juga: PDAM Bumiayu Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Lebaran 2026
“Alhamdulillah sangat membantu, Mas. Saya orang kecil, kerja harian di gudang. Kalau kerja ya dapat, kalau tidak ya tidak,” katanya.
Sebagai buruh harian, penghasilannya tidak pernah pasti. Dalam kondisi ramai, ia bisa bekerja hingga lima hari dalam sepekan. Namun ketika pekerjaan sepi, ia hanya mendapat dua hingga tiga hari kerja.
Situasi itu membuat biaya mudik sering menjadi persoalan besar.
Jika harus membayar sendiri, Samino memperkirakan ongkos perjalanan menuju Banyumas bisa mencapai Rp400 ribu hingga Rp500 ribu per orang saat musim Lebaran.
Baca Juga: 16.186 Pemudik Diberangkatkan Gratis ke Jateng, Ahmad Luthfi Lepas 325 Bus dari TMII
“Kalau tidak ikut mudik gratis mungkin sekitar Rp400 ribu sampai Rp500 ribu. Dengan program ini jadi sangat hemat,” ujarnya.


