Muhammadiyah Buka Layanan Gratis untuk Rombongan Muktamar NU di Pantura Kendal

Muhammadiyah Kendal membuka layanan kesehatan dan tempat istirahat gratis bagi rombongan Muktamar NU yang melintas Pantura menuju Jombang.
KENDAL, puskapik.com — Peserta dan penggembira Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang melintas di jalur Pantura Kendal mendapat fasilitas tambahan untuk menjaga kondisi selama perjalanan.
Sejumlah fasilitas kesehatan Muhammadiyah dan Aisyiyah di sepanjang jalur tersebut menyiapkan layanan pemeriksaan kesehatan, pertolongan medis hingga tempat istirahat secara gratis.
Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Baca Juga: Hari Pramuka ke-65 Kwarcab Tegal Meriah, Bupati Ischak : Jangan Hanya Kuat Kegiatan Seremonial
Rombongan peserta dan penggembira dari berbagai daerah, termasuk Sumatera dan wilayah luar Jawa lainnya, diperkirakan melewati jalur Pantura Jawa Tengah menuju Jombang.
Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kendal, Taufik Husein, mengatakan fasilitas kesehatan Muhammadiyah dan Aisyiyah yang berada di jalur Pantura akan dioptimalkan untuk membantu perjalanan para rombongan.
“Rombongan dari arah barat, termasuk yang datang dari Sumatera maupun wilayah luar Jawa, dapat memanfaatkan layanan tersebut ketika membutuhkan pertolongan medis,” ujar Taufik yang akrab disapa Bang Upik, saat menjenguk Rais Syuriyah PCNU Kendal KH Izuddin Abdus Salam yang menjalani perawatan di RSI Muhammadiyah Kendal, Rabu (18/8/2026) sore.
Baca Juga: BPS Pemalang Gandeng Insan Pers Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Menurut dia, sejumlah fasilitas kesehatan yang disiapkan antara lain RSI Weleri, RS PKU Aisyiyah Tlahab, dan RSDI Kaliwungu. Fasilitas tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi peserta dan penggembira Muktamar, tetapi juga pengemudi yang melintas di jalur Pantura.
“Layanannya digratiskan, terutama bagi peserta, penggembira Muktamar maupun pengemudi yang melintas Pantura,” tegasnya.
Rombongan yang mengalami gangguan kesehatan seperti sesak napas, tekanan darah bermasalah maupun keluhan lainnya dapat langsung mendatangi fasilitas kesehatan tersebut. Untuk mendapatkan pelayanan, mereka cukup menunjukkan identitas diri atau Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (KartaNU).
Selain layanan medis, Muhammadiyah juga menyiapkan tempat istirahat gratis bagi pengemudi dan rombongan yang membutuhkan jeda setelah menempuh perjalanan jauh.
“Kami juga menyediakan tempat istirahat gratis dan cek kesehatan gratis bagi pengemudi serta rombongan Muktamar NU. Ini bagian dari ikhtiar Muhammadiyah agar perjalanan mereka tetap aman dan nyaman,” jelas Taufik.
Ia mengingatkan para pengemudi agar tidak memaksakan diri selama perjalanan. Istirahat secara berkala diperlukan untuk menjaga kebugaran dan konsentrasi, terlebih perjalanan menuju Jombang akan ditempuh dalam jarak cukup jauh.
“Kalau perjalanan jauh, jangan dipaksakan. Setiap beberapa jam sebaiknya berhenti untuk beristirahat. Kami menyiapkan fasilitas kesehatan dan tempat istirahat agar pemudik bisa melanjutkan perjalanan dalam kondisi lebih siap,” tandasnya.
Taufik juga mengimbau para pengemudi dan rombongan memperhatikan kenyamanan pakaian selama perjalanan. Pakaian yang longgar, menurut dia, lebih baik digunakan agar sirkulasi darah tetap lancar.
Sementara itu, KH Izuddin Abdus Salam mulai menjalani perawatan di RSI Muhammadiyah Kendal sejak Selasa (18/8/2026) malam. Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur Kersan, Desa Tegorejo, Kecamatan Pegandon, Kendal, tersebut selama menjalani perawatan didampingi sang istri, Nyai Hj Asna Noor.
Kondisi tersebut turut mengundang perhatian dan doa dari sejumlah pihak agar KH Izuddin segera diberikan kesembuhan.
Dalam hubungan keumatan di Kabupaten Kendal, Taufik menyebut KH Izuddin memiliki kedekatan dengan almarhum KH Muslim, salah satu tokoh Muhammadiyah Kendal.
Keduanya dikenal memiliki hubungan baik dan kerap berkomunikasi dalam berbagai kegiatan kehidupan keumatan.
“KH Izuddin Abdus Salam memiliki kedekatan dengan almarhum KH Muslim. Keduanya dikenal sering berkomunikasi dan menjalin hubungan baik dalam kehidupan keumatan di Kendal,” pungkas Bang Upik. **
Artikel Terkait

28 Motor Knalpot Brong Terjaring Razia di Lingkar Bumiayu, Berawal dari Laporan Balap Liar

Tunggu Umur Beton, Lalin Tegal-Purwokerto di Pagojengan Masih Buka Tutup

Produksi Jagung Jateng Sudah Capai 2,68 juta ton, Kukuhkan Sebagai Lumbung Pangan Nasional
