Pelantikan SGN, Gus Yasin Dorong Santri Gayeng Nusantara Perluas Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen dorong Santri Gayeng Nusantara (SGN) perkuat pemberdayaan ekonomi dan pendampingan halal di 35 kabupaten/kota.
SEMARANG, puskapik.com – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mendorong Santri Gayeng Nusantara (SGN) memperluas pemberdayaan ekonomi masyarakat agar manfaatnya menjangkau seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Hal itu dikatakan Taj Yasin,
saat melantik Pengurus Pusat dan Pengurus Wilayah SGN masa khidmat 2026–2031, di Art Center Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Selasa, 3 November 2026.
"Yang digagas oleh santri Gayeng Nusantara tentang pemberdayaan ekonomi masyarakat ini semakin nyata. Walaupun belum merata di 35 kabupaten/kota," katanya.
Taj Yasin yang juga sebagai Panglima SGN itu mengatakan, sejumlah kegiatan pemberdayaan ekonomi yang diinisiasi organisasi ini telah berjalan di beberapa daerah. Di Banyumas, misalnya, terdapat pengembangan usaha bebek petelur dan bawang merah.
Baca Juga: Kasus Ponpes Sukorharjo, Ahmad Luthfi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Ketenteraman
Sementara di Banjarnegara, kegiatan menyasar pengolahan pakan ternak dan pertanian. Adapun di Pati, potensi peternakan menjadi salah satu bidang yang dikembangkan.
Menurutnya, berbagai inisiatif tersebut perlu diperluas agar tidak hanya tumbuh di daerah tertentu. Pelantikan pengurus baru diharapkan menjadi momentum memperkuat koordinasi dan mendorong program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
"Embrio-embrionya ini perlu kita dorong kembali. Maka dengan pelantikan yang kedua, kami berharap ini benar-benar merasuk ke dalam pergerakan kita," kata tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu.
Selain pemberdayaan ekonomi, lanjutnya, SGN juga mengembangkan pelatihan penyembelihan halal. Sejumlah anggotanya bahkan menjadi mentor di Kudus, Brebes, Kebumen, dan Banyumas.
Taj Yasin berharap, inisiatif tersebut dapat diperkuat melalui pembentukan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H).
Dia menilai, kolaborasi dengan pemerintah menjadi salah satu kunci agar program SGN semakin luas. Pemerintah memiliki fasilitas dan program yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan di bidang ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan.
“Kalau SGN berjalan sendiri berat, tetapi pemerintah banyak fasilitas untuk mengarah kepada bidang-bidang tersebut,” katanya.
Baca Juga: Cak Imin Cicipi Kopi Buatan Santri Al Hikmah 2 Brebes, Langsung Bilang Begini
Ketua SGN Jawa Tengah, Helmi Tas'an Wartono mengatakan, kepengurusan baru akan berfokus pada penguatan kapasitas anggota, pendampingan usaha, perluasan kemitraan, serta evaluasi program dan kaderisasi.
Helmi yang juga dikenal sebagai pengusaha dan Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah itu menilai, penguatan ekonomi anggota menjadi salah satu pijakan penting organisasi. SGN akan memetakan potensi usaha, produk, jasa, dan keterampilan anggota untuk dikembangkan melalui pelatihan, pendampingan, serta jejaring pemasaran.
“Organisasi yang kuat lahir dari anggota yang berdaya. Maka kita akan memetakan potensi usaha, produk, jasa, dan keterampilan anggota serta memperkuat kewirausahaan lewat pelatihan dan pendampingan,” ujarnya.
Helmi menegaskan, keberhasilan organisasi tidak semata diukur dari banyaknya kegiatan yang digelar, tetapi dari manfaat yang dirasakan anggota dan masyarakat. ***
Artikel Terkait

Polisi Kendal Ringkus Tiga Tersangka di Cilegon, Kasus Pembunuhan di Gedung SPPG Mangkrak

Kapolres Pekalongan Cek Kesiapan Sarpras Penanggulangan Bencana Banjir dan Longsor

Kota Tegal Bangun 5 Pintu Air di Kawasan Pesisir Muarareja
