Pemprov Jateng Mulai Tanamkan Konsep Industri Hijau kepada Siswa SMA/SMK

Jumat, 24 Juli 2026 | 09.13
puskapik

Pemprov Jateng mengenalkan industri hijau kepada siswa SMA/SMK agar memahami ekonomi berkelanjutan sejak dini sebagai bekal memasuki dunia kerja dan usaha.

SEMARANG, puskapik.com — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mengenalkan konsep industri hijau kepada siswa sekolah tingkat SMK dan SMK.

Langkah tersebut dilakukan agar kesadaran terhadap ekonomi hijau dan berkelanjutan tumbuh sejak dini, sehingga menjadi bekal ketika mereka memasuki dunia kerja maupun menjadi pelaku usaha di masa depan.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, transformasi menuju industri hijau tidak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah, kawasan industri, maupun pelaku usaha. Menurutnya, perubahan pola pikir harus dimulai dari dunia pendidikan, agar menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Genjot Industri Hijau, Pemprov Jateng Siapkan Insentif Pajak Bagi Perusahaan Ramah Lingkungan

"Anak-anak SMA kita, kita didik untuk lebih mencintai ekonomi hijau, kita mengenalkan mereka," kata Ahmad Luthfi saat acara Jateng Green Industrial Summit 2026 bertema Collaborating, Awarding & Signing di Hotel Grand Candi Semarang, Kamis, 23 Juli 2026.

Ia menegaskan, pelibatan dunia pendidikan merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem industri hijau dari hulu hingga hilir. Karena itu, selain menghadirkan pemerintah daerah, pelaku industri, kawasan industri, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan, forum tersebut juga melibatkan perwakilan SMA dan SMK dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

"Saya sebagai gubernur mengucapkan apresiasi kegiatan ini. Semoga bermanfaat untuk masyarakat bangsa dan negara," kata Luthfi.

Baca Juga: Ajeng Triyani dan Jajaran Pengurus DPC PKB Pemalang Resmi Dilantik

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah, July Emmylia, mengatakan, penerapan industri hijau di Jawa Tengah sebenarnya telah berjalan, namun selama ini masih dilakukan secara parsial.

Melalui forum tersebut, lanjut dia, seluruh pemangku kepentingan didorong memiliki pemahaman dan standar yang sama dalam menerapkan industri hijau.

Menurut Emmy, sapaan akrabnya, dunia pendidikan memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan industri masa depan. Karena itu, siswa SMA dan SMK perlu dikenalkan dengan konsep industri hijau sejak dini.

"Kita juga melibatkan SMA dan SMK se-Jawa Tengah untuk dapat melatih anak-anak kita yang saat ini mungkin menjadi siswa, ke depan bisa jadi mereka yang menjadi CEO-CEO. Jadi harus paham tentang industri hijau sejak dini," katanya.

Ia menjelaskan, industri hijau bertumpu pada tiga prinsip utama, yakni efisiensi penggunaan sumber daya, rendah emisi melalui pengelolaan limbah dan daur ulang, serta bertanggung jawab terhadap aspek sosial dan lingkungan.

Dengan prinsip tersebut, lanjut Emmy, industri tidak hanya mampu menekan biaya operasional, tetapi juga tetap tumbuh tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

"Artinya, industri tetap berjalan, bertumbuh, besar tanpa merusak lingkungan sehingga pertumbuhannya itu secara harmonis," ujarnya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait