Pemudik Serbu Tol Fungsional Purwomartani, Jalan Kampung Sleman Ikut Padat

Pemudik serbu Tol fungsional Purwomartani Sleman, akses kampung padat. Warga bantu arus, perjalanan lancar meski antre dan buka tutup jalan utama saja
YOGYAKARTA, puskapik.com - Arus balik Lebaran 2026 mulai terasa di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sejumlah pemudik memanfaatkan ruas tol fungsional segmen Prambanan-Purwomartani, Kabupaten Sleman, pada Selasa 24 Maret 2026.
Pantauan puskapik.com di lapangan menunjukkan, akses menuju Gerbang Tol Purwomartani dipadati kendaraan roda empat.
Baca Juga: Empat Hari Libur Lebaran, Pengunjung Guci Tembus 13.484 Orang
Uniknya, para pemudik harus melintasi jalan perkampungan, area persawahan hingga bantaran sungai untuk mencapai pintu masuk tol.
Kondisi tersebut membuat jalan-jalan kampung mendadak ramai dan sempat mengalami kepadatan.
Warga sekitar pun terlihat turun tangan membantu mengarahkan kendaraan menuju akses tol.
Baca Juga: Waspada, Hujan Lebat dan Cuaca Panas Terjadi Saat Arus Mudik Lebaran, Ini Peringatan BMKG
Perjalanan dari pusat Kota Yogyakarta menuju Tol Purwomartani memakan waktu sekitar 30 menit lebih.
Meski sempat diwarnai antrean dan sistem buka-tutup jalan secara bergantian, situasi di lapangan tetap terkendali.
Bahkan, sejumlah warga berperan layaknya “pak ogah”, membantu kelancaran arus lalu lintas dengan imbalan sukarela dari pengendara.
Selama periode Lebaran 2026, Gerbang Tol Purwomartani dibuka secara fungsional khusus untuk kendaraan yang keluar dari wilayah Yogyakarta.
Ruas tol sepanjang 12,25 kilometer ini sebelumnya beroperasi pukul 06.00 hingga 18.00 WIB.
Namun, guna mengurai kepadatan di jalur arteri Jalan Yogya-Solo, jam operasional diperpanjang hingga pukul 20.00 WIB.
Salah satu pemudik asal Kota Tegal, Moh Irfangi, mengaku terbantu dengan keberadaan tol fungsional tersebut.
Menurut Irfangi, waktu tempuh perjalanan menjadi lebih singkat meski harus melalui jalur alternatif.
"Jalannya masih bagus dan lancar. Memang untuk masuk tol harus lewat jalan kampung, sampai menyusuri sawah dan sungai," ujar Irfangi.
Irfangi juga menyebutkan, ruas tol tersebut masih digratiskan. Tarif baru dikenakan setelah kendaraan melintas ke gerbang tol berikutnya.
"Masuk Purwomartani masih gratis, baru kena tarif di tol berikutnya sekitar Rp 150.000," ucap Irfangi.
Di sisi lain, fenomena pemudik tersesat juga sempat terjadi di wilayah Sleman.
Berdasarkan unggahan akun Instagram @jogjainfo, sejumlah kendaraan dilaporkan nyasar secara massal diduga akibat mengikuti arahan navigasi digital.
Mayoritas kendaraan yang tersesat diketahui berasal dari luar daerah, seperti pelat B, G dan L.
Tidak hanya pemudik, wisatawan juga dilaporkan mengalami hal serupa. **



