Peringatan Hari Jadi ke-80 Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko: Entaskan Kemiskinan Lewat Pendidikan Gratis

PUSKAPIK.COM, Semarang - Peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Tengah yang jatuh pada 19 Agustus 2025, mendapat perhatian dan harapan mendalam dari mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2013–20...
Pertama, di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi-Taj Yasin, Heru mendoakan Jawa Tengah diberi kemudahan dan kelancaran. Keduanya diharapkan saling mendukung dan melengkapi.
"Doa dan harapan saya, di Hari Jadi Ke-80 ini dan ke depannya, Pak Luthfi dan Gus Yasin diberi kemudahan dan kelancaran dalam memimpin Jawa Tengah semakin maju. Keduanya harus saling melengkapi. Saya ucapkan selamat Hari Jadi Ke-80, semoga Jawa Tengah semakin sejahtera," ucapnya, di Semarang, Kamis, 14 Agustus 2025.
Pesan kedua, Heru menyadari Jawa Tengah masih punya pekerjaan rumah (PR) untuk mengentas kemiskinan. Menurutnya, tugas berat Luthfi-Yasin yakni bagaimana menurunkan lagi angka kemiskinan Jateng yang relatif masih tinggi (data BPS 2025: 9,48 ℅, turun 0,10 persen, dibanding sebelumnya 9,58 pada 2024).
"Tapi kita tetap harus optimis, kemiskinan yang relatif tinggi itu bisa kita turunkan lagi untuk lima tahun kedepan," harap mantan Wagub Jateng dan mantan Bupati Purbalingga itu.
Dia mengakui, tidak mudah menurunkan angka kemiskinan. Namun dari pengalaman saat dia menjabat sebagai bupati, wakil gubernur, dan anggota DPR RI (2019-2024), kemiskinan bisa diturunkan, salah satunya dengan menyekolahkan warga miskin secara gratis.
"Kemiskinan salah satunya karena kebodohan, maka anak-anak dari keluarga miskin harus disekolahkan supaya pintar. Kalau pintar, dia mampu bersaing dalam berkarir dan bekerja, sehingga punya pendapatan dan ekonomi yang membaik. Ujungnya kemiskinan akan turun," jelasnya.
Wagub Jateng satu periode era gubernur Ganjar Pranowo itu menambahkan, upaya Pemprov Jateng yang saat ini gencar menurunkan kemiskinan ekstrim sudah sangat tepat. Keluarga miskin harus diintervensi baik orang tuanya maupun anaknya.
Menurut Heru, orang tua diitervensi melalui bantuan sosial (bansos), seperti bantuan tunai, bantuan pangan, bantuan pendidikan, dan bantuan perumahan. Adapun untuk anaknya harus diintervensi dengan sekolah gratis supaya menjadi pintar.
"Ibarat orang sakit, orang tua keluarga miskin harus dikasih infus dulu. Ini hanya sementara, supaya tidak ada masyarakat Jawa Tengah yang kelaparan. Lalu anak-anaknya disekolahkan gratis oleh pemerintah provinsi, khususnya yang tugas definitif seperti tingkat SMA/SMK, SLB, dan lainya," ujar Heru.
Selain sekolah gratis, menurutnya, kemiskinan juga bisa dientas dengan membuka balai latihan kerja (BLK) untuk anak muda. Langkah pemprov Jateng yang saat ini membuka magang kerja melalui BLK juga perlu digencarkan terus. Ada 37 BLK di Jawa Tengah yang dimanfaatkan oleh sekitar 25.000 peserta setiap tahunnya.
Artikel Terkait

Komisi D DPRD Kendal Panggil Dinkes dan BPJS, Soroti Penolakan Rujukan Warga Miskin

Tak Ada Tilang, Yang Ada Takjil, Kejutan Ramadan dari Polres Kendal

Gerakan Jawa Tengah ASRI yang Diinisiasi Ahmad Luthfi Menginspirasi Kepedulian Kebersihan Pantai
