Petani Jateng Mulai Pakai Pompa Surya, Hemat Biaya Produksi

Senin, 10 Agustus 2026 | 13.40
puskapik

Program Benteng Pangan Jateng memasang pompa tenaga surya di tiga titik untuk mengairi 50 hektare sawah. Teknologi ini membantu petani menghemat solar dan biaya produksi.

PEKALONGAN, puskapik.com - Ketergantungan petani terhadap bahan bakar solar untuk mengairi sawah mulai ditekan di Jawa Tengah.

Melalui program Benteng Pangan Jateng, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memasang pompa air tenaga surya (PATS) yang mampu menghemat konsumsi bahan bakar, sekaligus memperluas akses pengairan lahan pertanian.

Program tersebut kini telah diterapkan di tiga titik, yakni Desa Tengengwetan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Cilacap. Total pompa tenaga surya itu mampu mengairi sekitar 50 hektare lahan pertanian.

Baca Juga: Pedagang Pasar Seng Bumiayu Dapat Cek Kesehatan Gratis, Ada Pemeriksaan Gula Darah

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan, penggunaan energi baru terbarukan untuk sektor pertanian merupakan bagian dari transformasi energi. Hal itu upaya menekan biaya produksi petani.

“Program Benteng Pangan Jateng yang kita lakukan hari ini adalah energi baru terbarukan, termasuk di dalamnya adalah solar panel untuk pertanian, khususnya pompa air,” kata Ahmad Luthfi saat menyerahkan bantuan secara simbolis dan meninjau penerapan PATS di Desa Tengengwetan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Senin, 10 Agustus 2026.

Menurut Luthfi, penggunaan pompa tenaga surya memberikan sejumlah keuntungan. Selain mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, teknologi tersebut juga lebih ramah lingkungan dan dapat dioperasikan secara optimal sepanjang hari.

Baca Juga: 273 Ribu Pelanggan Gunakan KA Aglomerasi di Stasiun Pekalongan

“Tiga titik pompa ini total mengairi sekitar 50 hektare lahan pertanian, untuk yang di Pekalongan ini bisa mengairi hampir 20 hektare lahan,” ujarnya didampingi Kepala Dinas ESDM Jawa Tengah, Agus Sugiharto.

Luthfi menegaskan, tiga lokasi tersebut tidak sekadar menjadi penerima bantuan, tetapi juga disiapkan sebagai role model penerapan teknologi pompa tenaga surya di Jawa Tengah.

Ke depan, konsep serupa akan dikembangkan di berbagai kabupaten/kota. Pemanfaatannya pun tidak terbatas pada sektor pertanian, tetapi dapat diperluas untuk mendukung kebutuhan masyarakat di kawasan kampung nelayan, UMKM, hingga sektor lainnya.

“Ini akan kita kembangkan, nanti akan kita sosialisasikan lalu infrastruktur disiapkan,” katanya.

Menurut Luthfi, pengembangan energi baru terbarukan tersebut sejalan dengan peta jalan Jawa Tengah menuju transformasi energi dan penguatan ekonomi hijau. Bahkan, teknologi pompa tenaga surya telah dimanfaatkan untuk mendukung penanganan persoalan banjir di Sayung, Kabupaten Demak.

“Pompa tenaga surya ini juga sudah digunakan di Sayung untuk mengatasi banjir,” ujarnya.

Dampak penggunaan PATS mulai dirasakan langsung petani. Di Desa Tengengwetan, sekitar 30 petani padi memanfaatkan pompa tersebut untuk mengalirkan air dari sungai ke lahan pertanian seluas hampir 20 hektare.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait