273 Ribu Pelanggan Gunakan KA Aglomerasi di Stasiun Pekalongan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13.35
puskapik

Stasiun Pekalongan melayani 273.533 pelanggan KA aglomerasi sepanjang Semester I 2026. KA Kaligung menjadi layanan dengan jumlah pelanggan terbanyak, mencapai 157.608.

PEKALONGAN, puskapik.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang terus memperkuat konektivitas masyarakat melalui layanan kereta api aglomerasi.

Sepanjang Semester I Tahun 2026, Stasiun Pekalongan melayani 273.533 pelanggan yang menggunakan tiga layanan KA aglomerasi, yaitu KA Joglosemarkerto, KA Kaligung, dan KA Kamandaka.

Stasiun Pekalongan menjadi salah satu simpul transportasi penting di wilayah Pantura yang menghubungkan masyarakat dengan berbagai daerah di Jawa Tengah dan sekitarnya.

Baca Juga: Meriah, 30 Anak Ikuti Fashion Show Kemerdekaan di RT 02/RW 04 Dukuhturi Bumiayu

Kehadiran layanan KA aglomerasi memberikan alternatif transportasi massal bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan antarkota dengan aman, nyaman, terjangkau, dan tepat waktu.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan bahwa layanan KA aglomerasi memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat yang semakin dinamis.

“Mobilitas masyarakat saat ini tidak lagi terbatas pada wilayah tempat tinggalnya. Banyak masyarakat melakukan perjalanan ke daerah lain untuk bekerja, menempuh pendidikan, menjalankan aktivitas usaha, maupun berwisata. Karena itu, layanan KA aglomerasi hadir untuk memberikan konektivitas yang mudah, aman, nyaman, dan andal,” ujar Luqman.

Baca Juga: Retribusi Pasar Seng Bumiayu Baru 43,95 Persen, Masih Harus Kejar Rp312 Juta

Dari total 273.533 pelanggan tersebut, KA Kaligung menjadi layanan dengan jumlah pelanggan terbanyak di Stasiun Pekalongan, yaitu 157.608 pelanggan, terdiri atas 78.438 pelanggan naik dan 79.170 pelanggan turun.

Selanjutnya, KA Kamandaka melayani 68.463 pelanggan, dengan rincian 41.126 pelanggan naik dan 27.337 pelanggan turun. Sementara itu, KA Joglosemarkerto melayani 47.462 pelanggan, terdiri atas 38.922 pelanggan naik dan 8.540 pelanggan turun.

Salah satu layanan yang mendukung konektivitas masyarakat di wilayah Pantura tersebut adalah KA Joglosemarkerto, yang menghubungkan sejumlah kota di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Layanan ini memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan antarkota melalui jaringan kereta api yang menghubungkan berbagai pusat kegiatan dan tujuan perjalanan.

Sementara itu, KA Kaligung dan KA Kamandaka juga menjadi pilihan masyarakat untuk melakukan perjalanan menuju berbagai daerah. Ketiga layanan tersebut mendukung mobilitas masyarakat untuk berbagai keperluan, mulai dari bekerja, bersekolah, kuliah, berdagang, hingga berwisata.

Tingginya volume pelanggan pada ketiga layanan tersebut menunjukkan bahwa kereta api memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas antarkota. Mobilitas masyarakat melalui Stasiun Pekalongan turut memperlancar aktivitas ekonomi, pendidikan, perdagangan, maupun pariwisata di berbagai wilayah yang terhubung melalui layanan kereta api.

“Stasiun Pekalongan memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat di wilayah Pantura. Kami akan terus memastikan layanan yang tersedia dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk bepergian ke berbagai daerah dengan transportasi yang aman, nyaman, dan andal,” lanjut Luqman.

KAI Daop 4 Semarang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan melalui evaluasi pola operasi, optimalisasi kapasitas angkut, serta peningkatan fasilitas dan pelayanan di stasiun maupun selama perjalanan.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait