Petani Milenial Kendal Kembangkan Bawang Merah hingga Budidaya Madu, Terkendala Lahan

Jumat, 9 Oktober 2026 | 14.44 WIB
Hasil pertanian dari petani milenial dipamerkan di Dinas Pertanian dan Pangan Kendal. (edhot)
Hasil pertanian dari petani milenial dipamerkan di Dinas Pertanian dan Pangan Kendal. (edhot)

Petani milenial Kendal mengembangkan usaha bawang merah, paprika, kopi, dan madu. Beranggotakan 60 orang, mereka berharap dukungan lahan untuk mengembangkan pertanian modern.

KENDAL, puskapik.com – Petani milenial di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, mulai menunjukkan kiprah dalam mengembangkan berbagai usaha pertanian.

Tidak hanya bawang merah, sejumlah anak muda juga mengembangkan komoditas paprika, kopi, hingga budi daya madu sebagai peluang usaha yang menjanjikan.

Kelompok petani milenial ini menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk mengembangkan usaha di sektor pertanian sekaligus mendorong regenerasi petani di Kabupaten Kendal.

Baca Juga: Sopir Truk Box Tewas Terjepit Usai Tabrak Dump Truk Mogok di Pantura Cepiring Kendal

Sekretaris Petani Milenial Kendal, Rizky Khoirul Anam, mengatakan saat ini terdapat sekitar 60 anggota yang tergabung dalam grup petani milenial dan tersebar di 20 kecamatan. Para anggota mengembangkan beragam usaha sesuai dengan potensi wilayah masing-masing.

Menurut Rizky, kegiatan kelompok petani milenial tidak hanya berfokus pada budi daya, tetapi juga edukasi untuk menarik minat generasi muda agar mau terjun ke sektor pertanian.

“Melalui kelompok ini, kami bisa saling berbagi pengetahuan, memberikan semangat, serta membangun kerja sama dalam mengembangkan usaha pertanian. Kami juga ingin mengedukasi anak-anak muda bahwa pertanian memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha,” ujarnya.

Baca Juga: Jual Sampah di Aplikasi Ini, Dapat Uang dan Jaga Lingkungan di Kabupaten Tegal

Meski mulai berkembang, para petani milenial masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satu persoalan utama adalah keterbatasan lahan untuk mengembangkan usaha secara mandiri.

Sebagian anggota belum memiliki lahan sendiri sehingga harus menyewa atau menjalin kerja sama dengan pemilik lahan. Kondisi tersebut membuat pengembangan usaha pertanian membutuhkan dukungan agar dapat berjalan lebih optimal.

Karena itu, kelompok petani milenial berharap adanya lahan percontohan atau demplot khusus yang dapat dimanfaatkan untuk praktik budi daya, pengembangan inovasi, sekaligus pembelajaran bagi anggota.

Keberadaan demplot dinilai dapat menjadi sarana bagi petani muda untuk menguji metode pertanian, meningkatkan keterampilan, serta memperkenalkan teknologi pertanian modern.

Perhatian terhadap perkembangan petani milenial juga datang dari DPRD Kendal. Pengembangan kelompok tersebut diharapkan tidak berhenti pada tingkat kabupaten, tetapi bisa diperluas hingga ke desa-desa agar semakin banyak anak muda yang tertarik mengembangkan usaha pertanian.

Kepala DPP Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, turut menyoroti pentingnya mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian. Penguatan kelompok petani milenial diharapkan dapat memperluas regenerasi petani sekaligus mendorong tumbuhnya usaha pertanian yang sesuai dengan potensi lokal.

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Kendal, Tardi, menilai petani milenial memiliki sejumlah keunggulan yang dapat menjadi modal untuk memajukan sektor pertanian. Selain lebih mudah beradaptasi dengan perkembangan teknologi, generasi muda juga berpeluang membangun jaringan usaha dan pemasaran yang lebih luas.

Penguasaan teknologi pertanian modern dan kemampuan memanfaatkan jaringan digital dinilai dapat membantu petani muda meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas pemasaran hasil panen.

Dengan pengembangan komoditas yang beragam, penguatan kerja sama antarpelaku usaha, serta dukungan ketersediaan lahan, petani milenial di Kendal diharapkan mampu menjadi penggerak pertanian yang lebih modern dan berdaya saing.

Perluasan kelompok hingga tingkat desa juga menjadi langkah penting agar regenerasi petani berjalan lebih merata dan sektor pertanian tetap menarik bagi generasi muda.

Artikel Terkait