Jual Sampah di Aplikasi Ini, Dapat Uang dan Jaga Lingkungan di Kabupaten Tegal

Jumat, 9 Oktober 2026 | 14.22 WIB
Guru SLB SPK Muhammadiyah Kota Tegal, Trias Setiaji mengumpulkan sampah hasil informasi dari aplikasi Weskini.id di rumahnya, baru-baru ini. (Dok)
Guru SLB SPK Muhammadiyah Kota Tegal, Trias Setiaji mengumpulkan sampah hasil informasi dari aplikasi Weskini.id di rumahnya, baru-baru ini. (Dok)

Guru SLB Muhammadiyah Kota Tegal, Trias Setiaji, mengembangkan Weskini.id, platform pengelolaan sampah yang menghubungkan warga dengan pengepul agar sampah bernilai ekonomi.

SLAWI, puskapik.com - Sampah tak selamanya membuat kotor lingkungan. Jika dikelola dengan baik, maka sampah bisa mendatangkan cuan. Terlebih, kini telah ada aplikasi untuk mengelola sampah agar tidak merusak lingkungan.

Ya, Weskini.id, sebuah inovasi pengelolaan sampah berbasis aplikasi website yang dibuat Guru SLB SPK Muhammadiyah Kota Tegal, Trias Setiaji (35). Aplikasi yang Weskini.id ini, memiliki fasilitas informasi pengambilan sampah, registrasi pemilah sampah dan lainnya.

Weskini.id mulai dibuat dan dikembangkan Trias sejak tahun 2023 yang awalnya sebuah aplikasi berbasis android dan bisa diunduh. Namun seiring berjalannya waktu, Weskini.id sekarang ini berbasis website yang bisa diakses kapan saja dan terdapat banyak informasi seperti pengambilan sampah, registrasi pemilah sampah dan lainnya.

"Weskini.id merupakan platform digital dan website pengelolaan serta penjemputan sampah terpilah, terutama anorganik)," kata Trias yang tinggal di Jalan Wijaya Kusuma, nomor 6, RT 04/RW 05, Griya Pepabri, Kudaile Slawi, Kabupaten Tegal itu.

Trias bercerita sekarang ini lebih banyak pemanfaatan secara manual melalui pesan whatsapp dari pada lewat website. Namun sejauh ini, Weskini masih terus berjalan seperti biasa menerima sampah organik maupun anorganik dari masyarakat ataupun penjemputan langsung ke rumah warga.

Pengumpulan sampah dilakukan di dekat rumah Trias beralamat di Jalan Wijaya Kusuma, nomor 6, RT 04 RW 05, Griya Pepabri, Kudaile Slawi.

"Kami bisa dibilang sebagai pihak ketiga yang menyalurkan kembali ke pengepul. Jadi Weskini hanya sebagai perantara, ketika ada sampah kemudian melapor melalui Weskini.id nantinya dihubungkan dengan penjemput sampah di lapak terdekat. Nantinya pemilik lapak tinggal komunikasi ke kami berapa kilogram dan pembayarannya," jelas Trias Setiaji.

Trias tidak sendiri dalam pengelolaan sampah, tapi dibantu tiga tim inti. Kemudian di luar itu ada empat sampai lima orang yang membantu prosesnya. "Ya sampai sekarang masih aktif menjemput, mengumpulkan dan memilah sampah," ungkap Trias.

Dikatakan Trias, setiap bulannya bisa terkumpul sekitar 100-200 kilogram sampah tapi jumlah tersebut masih tergolong sedikit.

Bagi warga yang mengumpulkan sampah ke Trias, nantinya dapat upah atau bayaran sejumlah uang.

Besaran uang yang diberikan bergantung jenis sampahnya apakah sampah botol plastik, kardus, dan lainnya.

"Kalau sampah botol sudah bersih dalam artian masih ada tutup dan lebel sudah tidak ada, maka bayarannya Rp3.000 sampai Rp3.500 per kilogram. Sedanggkan sampah campur biasanya Rp1.500 sampai Rp2.000 per kilogram," pungkasnya Trias.

Artikel Terkait