Pogram Desa Dampingan Pemprov Jateng di Sragen Sasar Kesehatan hingga Ekonomi, 19 Intervensi Digulirkan

Pemprov Jateng menggulirkan 19 intervensi di Desa Gemantar, Sragen, melalui program Desa Dampingan 2026 untuk meningkatkan kesehatan, memperkuat ekonomi, dan mengentaskan kemiskinan.
SRAGEN, puskapik.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggulirkan 19 bentuk intervensi di Desa Gemantar, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, melalui program Desa Dampingan Tahun 2026.
Intervensi tersebut menyasar berbagai persoalan masyarakat, mulai dari penanganan stunting, pendampingan ibu hamil, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga penguatan ekonomi keluarga.
Program yang melibatkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) itu menjadi bagian dari upaya Pemprov Jateng mempercepat pengentasan kemiskinan melalui peningkatan kualitas kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga: Antisipasi Penimbunan Pangan Jelang Nataru, Gubernur Luthfi Perkuat Satgas Pengendalian Harga
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan, program Desa Dampingan harus memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. Karena itu, bantuan yang disalurkan perlu diikuti pendampingan dan pemantauan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh penerima.
“Tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan setiap intervensi menghasilkan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat,” ujar Taj Yasin saat penyerahan bantuan Desa Dampingan dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 di Desa Gemantar, Kamis, 5 November 2026.
Baca Juga: Satpol PP Tertibkan Spanduk di Bumiayu, Pohon hingga Tiang Listrik Disisir
Dalam kesempatan itu, Taj Yasin mengapresiasi pengembangan peternakan masyarakat Desa Gemantar, Kecamatan melalui pengelolaan kelompok usaha bersama (KUBE) secara komunal. Sebab, selain meningkatkan perekonomian warga, pengelolaan tersebut dinilai berpotensi menghasilkan biogas dan pupuk kompos yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga maupun pertanian.
“Biasanya KUBE itu tidak komunal. Namun, di Desa Gemantar ini dikomunalkan. Ini perlu kita edukasi lagi karena berpotensi menjadi biogas maupun kompos. Kita ingin dari hulu sampai hilirnya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar dia.
Selain penguatan ekonomi, Wagub menaruh perhatian pada persoalan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia di Desa Gemantar. Ia menegaskan, pendampingan terhadap keluarga yang memiliki balita tidak boleh berhenti pada pemberian edukasi mengenai makanan bergizi. Petugas dan kader harus memastikan asupan tersebut benar-benar dikonsumsi anak.
Menurut Taj Yasin, upaya pencegahan stunting harus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari masa kehamilan hingga anak memasuki usia pertumbuhan. Dengan demikian, kondisi bayi yang lahir dengan berat dan ukuran tubuh baik dapat terus dipertahankan melalui pola asuh dan pemenuhan gizi yang tepat.
Ia berharap seluruh perangkat daerah yang terlibat dalam program Desa Dampingan dapat bekerja secara terpadu. Tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan setiap intervensi menghasilkan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Zulfachmi Wahab, menjelaskan, Program Desa Dampingan merupakan salah satu upaya Pemprov Jateng mempercepat pengentasan kemiskinan melalui peningkatan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
Program Desa Dampingan tersebut mencakup 61 desa di 16 kabupaten dengan melibatkan 48 organisasi perangkat daerah (OPD).
Khusus di Desa Gemantar, terdapat 19 bentuk intervensi yang telah dilaksanakan maupun masih berjalan. Bantuan tersebut meliputi pemenuhan kebutuhan pangan, penanganan balita stunting, pendampingan ibu hamil, pemeriksaan kesehatan, bantuan rumah tidak layak huni (RTLH), pemasangan listrik, pengembangan KUBE, hingga perbaikan infrastruktur desa.
Di bidang kesehatan, intervensi antara lain mencakup pemberian makanan tambahan bagi 59 balita stunting selama tiga bulan, pemeriksaan kesehatan gratis, pemberian 13 kacamata bagi anak sekolah, serta pemeriksaan kualitas air bersih.
Sementara itu, bantuan pemberdayaan ekonomi diberikan melalui dua kelompok KUBE dengan dukungan modal masing-masing Rp20 juta. Bantuan lainnya mencakup enam unit RTLH masing-masing senilai Rp16 juta, pemasangan listrik bagi tujuh warga, serta bantuan modal UMKM.
“Melalui berbagai intervensi ini, kami berharap Desa Gemantar semakin berdaya, kualitas kesehatan masyarakat meningkat, dan upaya percepatan pengentasan kemiskinan dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sragen Hargiyanto menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jateng atas dukungan dan berbagai bantuan melalui program Desa Dampingan. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Gemantar.
Pada kesempatan itu juga dilakukan deklarasi Desa Siaga Tuberkulosis (TB) oleh Kepala Desa Gemantar sebagai bentuk komitmen pemerintah desa dalam meningkatkan kewaspadaan dan penanggulangan penyakit TB di lingkungan masyarakat.
Taj Yasin juga meninjau KUBE Ternak Kambing yang dikelola secara komunal. Selain itu juga mengunjungi salah satu penerima manfaat bantuan RTLH. **
Artikel Terkait

Antisipasi Penimbunan Pangan Jelang Nataru, Gubernur Luthfi Perkuat Satgas Pengendalian Harga

Satpol PP Tertibkan Spanduk di Bumiayu, Pohon hingga Tiang Listrik Disisir

Pemerintah Kabupaten Pemalang Segera Bentuk Komisi Perlindungan Anak
