Polisi Hadapi Kendala Ungkap Kematian Bocah 7 Tahun di Kendal

Rabu, 2 September 2026 | 17.53
Kunjungan bupati kendal ke keluarga korban meninggal ayah dan anak tiri di Bandengan. (edhot)
Kunjungan bupati kendal ke keluarga korban meninggal ayah dan anak tiri di Bandengan. (edhot)

Polisi masih mendalami kematian AK, bocah 7 tahun di Kendal, yang ditemukan meninggal bersama ayah tirinya. Penyidikan terkendala minim saksi.

KENDAL, puskapik.com – Misteri kematian AK, bocah berusia tujuh tahun yang ditemukan meninggal di rumahnya di Perumahan Rahayu Mutiara Indah, Kelurahan Bandengan, Kecamatan Kendal, masih menjadi perhatian aparat kepolisian.

Hingga Rabu (2/9/2026), Satreskrim Polres Kendal masih mendalami penyebab dan rangkaian peristiwa yang menyebabkan AK meninggal dunia bersama ayah tirinya, Enang Nurudin Pratama.

KBO Satreskrim Polres Kendal Iptu Dul Rohman mengatakan, penyelidikan masih berlangsung. Polisi juga menghadapi kendala karena minimnya saksi yang mengetahui langsung kejadian di dalam rumah.

“Masih kami dalami, baik penyebab maupun motifnya. Saksi di lokasi juga terbatas,” ujarnya.

Dalam penyelidikan tersebut, polisi belum melakukan autopsi terhadap jenazah AK. Pihak keluarga tidak memberikan izin sehingga penyidik mengandalkan hasil visum luar serta temuan dari pemeriksaan di lokasi kejadian.

Baca Juga: Anggaran Perubahan APBD Kabupaten Tegal 2026 Turun, Ini Tantangan Buat Bupati Tegal

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menemukan indikasi bahwa kematian AK diduga melibatkan orang lain. Namun, polisi belum menyimpulkan siapa pihak yang dimaksud maupun bagaimana peristiwa tersebut terjadi.

Sementara itu, terhadap Enang Nurudin Pratama yang ditemukan meninggal dalam kondisi tergantung, penyidik sementara menduga kematiannya tidak melibatkan orang lain.

Meski demikian, polisi masih terus mengumpulkan keterangan untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian.

Penyidik juga masih memeriksa sejumlah pihak yang dinilai mengetahui kondisi keluarga maupun aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal. Termasuk ibu AK, Durrotus Saniah, yang selama ini bekerja di luar negeri.

Polisi memilih tidak berspekulasi mengenai motif sebelum seluruh informasi dan alat bukti yang diperlukan berhasil dikumpulkan.

Baca Juga: Kafilah Jateng Targetkan Juara Umum di MTQ Nasional 2026

Di tengah proses penyelidikan, perhatian terhadap keluarga korban juga diberikan Pemerintah Kabupaten Kendal. Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mendatangi keluarga korban pada Rabu (2/9/2026).

Kedatangan tersebut untuk memberikan dukungan sekaligus memastikan keluarga mendapatkan pendampingan dari pemerintah.

Durrotus Saniah diketahui telah kembali dari luar negeri setelah mendapatkan kesempatan cuti sekitar 40 hari untuk mengurus pemakaman dan keluarganya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait