Potret Tradisi Tukuder di Kaliwungu Kendal Jelang Ramadhan, Warga Berburu Telur Mimi

Tradisi Tukuder di Kaliwungu Kendal menjadi penanda bahwa esok hari umat Islam akan mulai menjalankan ibadah puasa Ramadhan 2026.
KENDAL, puskapik.com – Menjelang puasa Ramadhan, terdapat tradisi warga Kaliwungu, Kabupaten Kendal yabg dikenal dengan Tukuder.
Tradisi ini ditandai dengan ribuan warga Kaliwungu yang tumpah ruah memadati halaman Masjid Al Mutaqqin Kaliwungu yang menikmati pasar jajanan rakyat.
Tradisi ini menjadi penanda bahwa esok hari umat Islam akan mulai menjalankan ibadah puasa.
Baca Juga: Perbaikan Pipa Dikebut, Suplai Air Bersih Kota Tegal Baru 50 Persen
Sejak pagi hingga sore, warga dari berbagai penjuru Kaliwungu dan sekitarnya rela berdesakan demi mendapatkan makanan khas yang hanya muncul setahun sekali, yakni telur mimi.
Dalam tradisi Tukuder, aneka makanan tradisional tersaji di lapak-lapak pedagang. Namun, telur mimi menjadi menu utama yang paling diburu.
Makanan berbahan telur ikan mimi yang dicampur dengan parutan kelapa berbumbu pedas ini seolah menjadi hidangan wajib sebelum memasuki Ramadan.
Ikan mimi sendiri merupakan biota laut bercangkang keras yang kerap ditemukan di perairan Laut Jawa, termasuk sekitar wilayah pesisir Kendal.
Ikan yang sedang bertelur direbus dengan rempah-rempah, kemudian telurnya dikerok dari cangkangnya dan dicampur dengan parutan kelapa muda yang telah diberi bumbu khas.
Baca Juga: Krisis Air Bersih Meluas, DPUPR Kota Tegal Kerahkan Dua Truk Tangki
Keunikan telur mimi terletak pada ketersediaannya yang terbatas. Makanan ini hanya dijual sehari menjelang Ramadan dan tidak ditemukan pada hari-hari biasa.
Cara penyajiannya pun khas, sederhana namun sarat cita rasa tradisional pesisir.
Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau. Satu plastik telur mimi dijual seharga Rp5.000, sementara sepasang ikan mimi utuh dibanderol sekitar Rp50.000.
Tumini, salah satu pedagang telur mimi yang sudah bertahun-tahun berjualan dalam tradisi ini, mengaku kewalahan melayani pembeli. Menurutnya, setiap tahun antusiasme warga tidak pernah surut.
“Alhamdulillah tiap tahun selalu ramai. Tapi sekarang ikan mimi agak susah didapat, jadi pasokan yang saya bawa lebih sedikit dibanding tahun lalu,” katanya.
Artikel Terkait

FLS3N Pageruyung Kendal Jadi Ajang Pelestarian Budaya dan Pencarian Bibit Seniman Muda

Pemprov Jateng Beri Tali Asih untuk Penghafal Al-Qur’an, Capai 2.000 Santri per Tahun

10 Provinsi Perkuat Kolaborasi Energi Bersih, Sampah, dan Giant Sea Wall
