Potret Tradisi Tukuder di Kaliwungu Kendal Jelang Ramadhan, Warga Berburu Telur Mimi

Selasa, 17 Februari 2026 | 15.51 WIB
Telur Mimi
Pedagang menunjukkan ikan mimi yang menjadi hidangan khas kaliwungu menyambut puasa. (foto:Edhot/puskapik.com)

Tradisi Tukuder di Kaliwungu Kendal menjadi penanda bahwa esok hari umat Islam akan mulai menjalankan ibadah puasa Ramadhan 2026.

KENDAL, puskapik.com – Menjelang puasa Ramadhan, terdapat tradisi warga Kaliwungu, Kabupaten Kendal yabg dikenal dengan Tukuder.

Tradisi ini ditandai dengan ribuan warga Kaliwungu yang tumpah ruah memadati halaman Masjid Al Mutaqqin Kaliwungu yang menikmati pasar jajanan rakyat.

Tradisi ini menjadi penanda bahwa esok hari umat Islam akan mulai menjalankan ibadah puasa.

Baca Juga: Perbaikan Pipa Dikebut, Suplai Air Bersih Kota Tegal Baru 50 Persen

Sejak pagi hingga sore, warga dari berbagai penjuru Kaliwungu dan sekitarnya rela berdesakan demi mendapatkan makanan khas yang hanya muncul setahun sekali, yakni telur mimi.

Dalam tradisi Tukuder, aneka makanan tradisional tersaji di lapak-lapak pedagang. Namun, telur mimi menjadi menu utama yang paling diburu.

Makanan berbahan telur ikan mimi yang dicampur dengan parutan kelapa berbumbu pedas ini seolah menjadi hidangan wajib sebelum memasuki Ramadan.

Ikan mimi sendiri merupakan biota laut bercangkang keras yang kerap ditemukan di perairan Laut Jawa, termasuk sekitar wilayah pesisir Kendal.

Ikan yang sedang bertelur direbus dengan rempah-rempah, kemudian telurnya dikerok dari cangkangnya dan dicampur dengan parutan kelapa muda yang telah diberi bumbu khas.

Baca Juga: Krisis Air Bersih Meluas, DPUPR Kota Tegal Kerahkan Dua Truk Tangki

Keunikan telur mimi terletak pada ketersediaannya yang terbatas. Makanan ini hanya dijual sehari menjelang Ramadan dan tidak ditemukan pada hari-hari biasa.

Cara penyajiannya pun khas, sederhana namun sarat cita rasa tradisional pesisir.

Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau. Satu plastik telur mimi dijual seharga Rp5.000, sementara sepasang ikan mimi utuh dibanderol sekitar Rp50.000.

Tumini, salah satu pedagang telur mimi yang sudah bertahun-tahun berjualan dalam tradisi ini, mengaku kewalahan melayani pembeli. Menurutnya, setiap tahun antusiasme warga tidak pernah surut.

“Alhamdulillah tiap tahun selalu ramai. Tapi sekarang ikan mimi agak susah didapat, jadi pasokan yang saya bawa lebih sedikit dibanding tahun lalu,” katanya.

Bagi warga, menyantap telur mimi sebelum Ramadan memiliki makna tersendiri. Banyak yang meyakini tradisi ini membawa keberkahan dan menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya lokal Kaliwungu.

Telur mimi juga dimaknai sebagai simbol pasangan abadi, terinspirasi dari legenda Mimi dan Mintuno yang diyakini selalu hidup berpasangan hingga akhir hayat. Filosofi tersebut diartikan sebagai simbol kesetiaan dan kebersamaan dalam mengarungi kehidupan.

“Rasanya belum lengkap kalau belum makan telur mimi sebelum puasa. Ini sudah jadi tradisi keluarga sejak dulu,” ungkap Tifar, warga Kaliwungu.

Selain telur mimi, makanan khas lain yang tak kalah diminati adalah sumpil. Makanan berbahan dasar beras yang dibungkus daun bambu ini disajikan dengan parutan kelapa berbumbu, mirip dengan telur mimi. Sumpil biasanya juga hadir saat bulan Maulud dan menjadi sajian khas pesisir.

Mempetkuat Sulaturahmi

“Tradisi ini bukan hanya soal jual beli, tapi juga mempererat silaturahmi warga. Semua berkumpul di sini menjelang Ramadan,” imbunya.

Tak hanya itu, berbagai olahan hasil laut seperti udang sikat, rajungan, hingga kerang rebus turut meramaikan pasar dadakan tersebut. Banyaknya makanan yang jarang ditemui selain menjelang puasa inilah yang membuat warga rela berdesak-desakan demi mendapatkan hidangan khas tersebut.

Baca Juga: Jalur Grobogan–Semarang Terputus, Ahmad Luthfi Minta Percepatan Pemasangan Jembatan Armco

Tradisi Tukuder di Kaliwungu bukan sekadar pesta jajanan rakyat, melainkan warisan budaya yang terus dijaga lintas generasi.

Di tengah arus modernisasi, semangat kebersamaan dan kekayaan kuliner lokal tetap hidup, mengiringi datangnya bulan suci Ramadan dengan penuh suka cita.***

Artikel Terkait