Produksi Padi Kendal Anjlok, Petani Terpukul Cuaca Ekstrem

Rabu, 22 April 2026 | 14.48
Hasil panen petani di Kendal tidak maksimal karena cuaca ekstrem. (edhot)
Hasil panen petani di Kendal tidak maksimal karena cuaca ekstrem. (edhot)

Panen padi di Kendal menurun akibat cuaca ekstrem. Angin kencang dan hujan tinggi sebabkan tanaman rebah, kualitas gabah turun, pendapatan petani merosot.

KENDAL, puskapik.com — Musim panen kali ini membawa kabar kurang menggembirakan bagi petani padi di Kabupaten Kendal.

Produksi yang dihasilkan mengalami penurunan cukup tajam dibandingkan musim sebelumnya. Perubahan cuaca yang sulit diprediksi disebut menjadi penyebab utama merosotnya hasil panen di sejumlah wilayah.

Di Desa Bulugede, Kecamatan Patebon, kondisi tanaman padi tampak tidak tumbuh maksimal. Sebagian tanaman terlihat rebah akibat terpaan angin kencang yang terjadi saat memasuki masa panen. Selain itu, curah hujan yang masih tinggi membuat bulir padi tidak terisi sempurna.

Baca Juga: Simulasi Sispamkota Polres Tegal Peragakan Tahapan Penanganan Unjuk Rasa yang Humanis

Salah satu petani setempat, Matrokan, mengaku hasil panen yang diperoleh jauh dari harapan. Dari satu iring lahan, ia hanya mampu menghasilkan sekitar 30 sak gabah.

Jumlah tersebut menurun drastis dibandingkan hasil normal yang biasanya mencapai 47 sak.

Penurunan juga terjadi pada kualitas gabah. Jika pada musim sebelumnya berat per sak bisa mencapai 70 kilogram, kini hanya sekitar 65 kilogram. Dampaknya, nilai jual hasil panen ikut merosot signifikan.

Baca Juga: Lepas 354 Calon Jamaah Haji Kloter 6, Bupati Brebes : Alhamdulillah Jumlahnya Meningkat

“Pendapatan jelas berkurang. Biasanya bisa sampai delapan juta rupiah, sekarang hanya sekitar lima juta,” ungkapnya.

Fenomena serupa juga dirasakan petani di Kecamatan Weleri. Produksi padi di wilayah ini turun menjadi sekitar 2 hingga 2,5 ton per lahan, dari potensi normal yang mencapai 3 ton.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait