Ribuan Ayam Dibagikan Peternak di Alun-alun Kendal, Aksi Protes Berujung Ricuh Saat Warga Berebut

Senin, 10 Agustus 2026 | 15.34
Aksi peternak unggas membagikan 15.000 ekor ayam ke warga di alun-alun Kendal. (edhot)
Aksi peternak unggas membagikan 15.000 ekor ayam ke warga di alun-alun Kendal. (edhot)

Ribuan peternak ayam petelur di Kendal membagikan 15.000 ayam sebagai bentuk protes mahalnya pakan dan anjloknya harga telur. Aksi sempat diwarnai kericuhan.

KENDAL, puskapik.com – Ribuan ayam petelur yang dibagikan gratis oleh peternak rakyat di Alun-alun Kendal, Senin (10/8/2026), berubah menjadi pemandangan yang mengundang keprihatinan.

Niat peternak menyampaikan pesan tentang sulitnya bertahan di tengah mahalnya harga pakan dan anjloknya harga telur justru diwarnai aksi saling dorong dan berebut ayam oleh warga.

Ratusan warga yang telah memadati lokasi sejak pagi langsung menyerbu kendaraan pengangkut ayam ketika pembagian dimulai.

Baca Juga: Kebakaran Kandang Ayam di Winduaji Brebes, 1.200 Ekor Mati, Kerugian Capai Rp88 Juta

Situasi tak terkendali. Sejumlah ibu-ibu dan anak-anak terlihat terjepit di tengah kerumunan. Bahkan beberapa warga nekat memanjat bak truk dan kandang ayam untuk mengambil unggas yang belum sempat dibagikan petugas.

Petugas keamanan bersama panitia berupaya menenangkan massa agar pembagian berlangsung tertib. Namun antusiasme warga yang ingin mendapatkan ayam membuat kericuhan tidak dapat dihindari selama beberapa saat.

Di balik suasana tersebut, tersimpan kegelisahan ribuan peternak ayam petelur yang mengaku sudah berada di titik terendah. Sebanyak 1.247 peternak dan pekerja peternakan yang tergabung dalam aksi datang menggunakan 147 kendaraan. Mereka membawa sekitar 15.000 ekor ayam petelur yang kemudian dibagikan kepada masyarakat sebagai simbol bahwa biaya pakan sudah tidak lagi mampu mereka tanggung.

Baca Juga: Pendaftaran Calon Anggota Komisi Informasi Jateng Dibuka Mulai 13 Agustus 2026

Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kendal, Suwardi, mengatakan pembagian ayam bukan sekadar aksi sosial, melainkan bentuk protes terhadap kondisi usaha peternakan rakyat yang semakin terpuruk.

"Hari ini kami membagikan ayam bukan karena kami berlebih, tetapi karena kami sudah tidak sanggup lagi memberi makan ternak. Harga pakan terus naik, sedangkan harga telur justru jatuh," ujarnya.

Suwardi yang juga anggota DPRD Kendal menjelaskan harga pakan ayam kini mencapai sekitar Rp7.600 per kilogram atau meningkat sekitar 25 persen dibanding sebelumnya. Sementara harga telur di tingkat peternak hanya berkisar Rp19.000 hingga Rp20.000 per kilogram.

Menurutnya, agar usaha peternakan tetap berjalan, harga telur seharusnya berada di kisaran Rp26.500 per kilogram. Selisih harga tersebut membuat peternak terus mengalami kerugian setiap hari.

"Biaya produksi terus naik. Pakan menyumbang sekitar 70 persen dari total biaya produksi. Dengan harga telur seperti sekarang, peternak hanya bisa bertahan sambil menanggung kerugian," katanya.

Selain meminta pemerintah segera menurunkan harga pakan, peternak juga mendesak adanya kebijakan untuk menjaga harga telur tetap stabil. Mereka berharap program bantuan stabilisasi pasokan dan harga pakan diperpanjang menjadi enam bulan, baik bagi peternak kecil maupun menengah.

Peternak juga mengusulkan agar telur dimasukkan sebagai komoditas cadangan pangan pemerintah. Langkah tersebut dinilai dapat membantu menyerap hasil produksi peternak rakyat ketika harga pasar jatuh sehingga kestabilan harga tetap terjaga.

Tak hanya itu, mereka meminta pemerintah menegakkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 32 Tahun 2017 mengenai hak budi daya agar peternak rakyat memiliki ruang usaha yang lebih adil dan tidak terus terdesak oleh perusahaan peternakan berskala besar.

Aspirasi para peternak diterima langsung oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari. Di hadapan massa aksi, Bupati mengakui kondisi yang dihadapi peternak merupakan persoalan serius yang memerlukan perhatian pemerintah pusat.

"Kami memahami kesulitan yang sedang dihadapi para peternak, terutama akibat harga pakan yang terus meningkat dan harga telur yang menurun. Seluruh aspirasi ini akan kami teruskan kepada pemerintah pusat sebagai bahan pertimbangan untuk segera ditindaklanjuti," kata Dyah.

Ketua DPRD Kendal, Mahfud Sodiq, yang turut menemui massa, juga menyatakan dukungannya terhadap perjuangan peternak rakyat. Ia berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret untuk menekan harga pakan sekaligus mengembalikan harga telur ke tingkat yang layak.

"Persoalan ini menyangkut keberlangsungan hidup ribuan peternak rakyat. Pemerintah harus segera mengambil kebijakan agar harga pakan turun dan harga telur kembali membaik," tegasnya.

Aksi yang berlangsung beberapa jam itu akhirnya berakhir setelah seluruh ayam berhasil dibagikan kepada masyarakat. Meski sempat diwarnai kericuhan akibat warga berebut ayam, peternak berharap pesan utama dari aksi tersebut tidak hilang, yakni meminta pemerintah segera menyelamatkan usaha peternakan rakyat yang kini berada di ambang krisis akibat tingginya biaya produksi dan rendahnya harga jual telur.