Ribuan Bibit Nila Dikembangkan di Lapas Plantungan, Penopang Ketahanan Pangan

Senin, 2 November 2026 | 19.12 WIB
Bibit ikan nila siap ditebardi kolam Lapas Pemuda Plantungan.
Bibit ikan nila siap ditebardi kolam Lapas Pemuda Plantungan. (Edhot)

Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan Kendal tebar 10.000 bibit ikan nila tahap kedua bersama DPRD Kendal dan Yayasan Lereng Prau demi ketahanan pangan.

KENDAL, puskapik.com – Kolam perikanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIB Plantungan kembali mendapat tambahan 10.000 bibit ikan nila. Penebaran tahap kedua yang dilakukan Minggu sore tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan potensi pangan di lingkungan lapas.

Program ini tidak sekadar menambah populasi ikan di kolam budidaya. Lapas Plantungan juga berupaya membangun sektor perikanan yang produktif dengan mengoptimalkan lahan dan fasilitas yang tersedia.

Penebaran bibit dilakukan bersama anggota DPRD Kabupaten Kendal Komisi B dan Yayasan Lereng Prau yang diwakili pembinanya, Sukron. Kolaborasi tersebut menjadi bentuk dukungan lintas lembaga terhadap pengembangan ketahanan pangan.

Baca Juga: Lima Calon Kades Taman Pemalang Resmi Kantongi Nomor Urut, Ini Daftarnya

Kepala Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan, Suharno, S.H., M.H., mengatakan, penebaran tahap kedua merupakan kelanjutan dari program budidaya ikan nila yang telah dikembangkan sebelumnya. Dukungan berbagai pihak dinilai penting agar kegiatan tersebut dapat berjalan secara optimal.

Menurutnya, sektor perikanan memiliki potensi untuk mendukung ketersediaan bahan pangan, terutama sumber protein hewani. Karena itu, pengembangan budidaya ikan nila akan terus didorong agar memberikan hasil yang berkelanjutan.

“Penebaran 10.000 bibit ikan nila tahap kedua ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan melalui sektor perikanan. Kami sangat mengapresiasi dukungan dan sinergi dari anggota DPRD Kendal Komisi B serta Yayasan Lereng Prau,” ujarnya.

Suharno berharap, program tersebut tidak berhenti pada kegiatan penebaran bibit, tetapi berlanjut hingga pengelolaan dan pemeliharaan kolam sehingga menghasilkan produksi perikanan yang optimal.

Keterlibatan Yayasan Lereng Prau dan anggota DPRD Kendal Komisi B diharapkan memperkuat keberlanjutan program. Sinergi tersebut sekaligus menjadi dukungan terhadap upaya Lapas Plantungan dalam mengembangkan kegiatan produktif.

Pengembangan perikanan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya penguatan ketahanan pangan melalui sektor perikanan, pertanian, dan peternakan.

Melalui penambahan bibit tahap kedua, Lapas Plantungan berharap budidaya ikan nila semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pemenuhan kebutuhan pangan.***

Artikel Terkait